RIAU ONLINE, INDRAGIRI HILIR - Founder Tumbuh Institute, Rocky Gerung menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta dengan segala pusat pemerintahan, politik dan ekonominya. Menurutnya, wajah Indonesia sesungguhnya juga berada di pulau-pulau terluar yang menjadi bagian penting dari kedaulatan negara.
Hal itu disampaikan Rocky Gerung saat memberikan pandangannya terkait upaya pemulihan lingkungan dan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang menyasar wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir, Sabtu, 15 Agustus 2026.
"Indonesia itu bukan di Jakarta. Indonesia itu bukan di mal-mal di Jakarta, juga bukan di DPP-DPP partai, tetapi di pulau-pulau terluar," kata Rocky.
Ia menilai keinginan Presiden untuk memperkuat dan menjaga kedaulatan negara harus diterjemahkan secara nyata hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Menurut Rocky, alam bahkan telah menyediakan "tentara" alami yang dapat menjadi bagian dari pertahanan negara, salah satunya melalui keberadaan hutan mangrove.
"Presiden menginginkan negara ini kuat, berdaulat, kita bangga itu. Tapi alam telah menyediakan tentaranya sendiri, namanya mangrove," ujarnya.
Rocky menjelaskan, ekosistem mangrove memiliki akar yang saling mengikat dan tertancap kuat ke dalam tanah. Karena itu, keberadaan mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga dapat menjadi benteng alami bagi wilayah pesisir.
"Kita ingin supaya keamanan kita dijaga oleh tentara, tapi juga dijaga oleh pulau-pulau," katanya.
Ia pun mengapresiasi langkah Kapolda Riau yang menurutnya telah menerjemahkan kebijakan Polri melalui pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi di wilayah pulau-pulau terluar.
"Saya atas nama pribadi sangat senang bahwa Kapolda Riau mengikuti jalan pikiran Presiden, menerjemahkan kebijakan dari Kapolri, berhasilkan Ekspedisi Merah Putih di pulau-pulau terluar," ujar Rocky.
Menurutnya, ekspedisi tersebut menjadi bentuk nyata untuk melihat Indonesia dari wilayah yang selama ini berada jauh dari pusat pemerintahan.
Rocky menilai pembangunan dan pendidikan kebangsaan tidak semestinya hanya berpusat di kota-kota besar. Kesadaran mengenai lingkungan dan kedaulatan, kata dia, justru perlu dimulai dari wilayah terluar.
"Ini suatu ekspresi rasional, supaya kita tahu bahwa kemampuan kita untuk mendidik bangsa ini harus dimulai dari pulau-pulau terluar," katanya.
Dalam kesempatan itu, Rocky juga menyinggung program Menteri Lingkungan Hidup yang disebutnya memiliki nilai filosofis, yakni "tobat ekologi".
Menurutnya, istilah tersebut menggambarkan kesadaran manusia untuk memperbaiki hubungan dengan alam dan memahami dampak dari setiap kerusakan lingkungan.
Ia mengajak masyarakat, termasuk para perancang dan desainer pembangunan di seluruh Indonesia, untuk mengedepankan kemampuan ekologis dalam setiap kebijakan pembangunan.
Rocky berharap alam dapat ditempatkan sebagai bagian dari sistem pertahanan natural Indonesia, khususnya dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan dan perubahan kondisi pesisir.
"Mari kita terus menanam pohon supaya negeri tidak putus asa," pungkasnya.

