Tuntut Pencairan Beasiswa, Saling Dorong dengan Polisi Warnai Demo Mahasiswa di Gubernuran

Demo-di-gubernuran-riau2.jpg
Aksi saling dorong mahasiswa dengan aparat kepolisian saat warnai demo mahasiswa di sekitar Kantor Gubernur Riau, Rabu, 12 Agustus 2026. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unri menggelar unjuk rasa di kawasan samping Kantor Gubernur Riau, Selasa, 12 Agustus 2026.

Massa aksi yang mengenakan almamater berwarna biru tersebut bergerak secara longmarch dari lingkungan kampus menuju pusat pemerintahan Provinsi Riau. 

Mereka datang menggunakan kendaraan bermotor dan sejumlah bus dengan membawa bendera serta berbagai spanduk berisi tuntutan.

Setibanya di kawasan Kantor Gubernur Riau, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Beberapa isu yang menjadi sorotan mahasiswa di antaranya kondisi infrastruktur jalan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga persoalan pencairan dana beasiswa bagi mahasiswa.

Aksi berlangsung cukup tegang. Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa mahasiswa dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi.

Sejumlah personel kepolisian terlihat berjaga di sekitar kawasan Kantor Gubernur Riau hingga area Pustaka Wilayah. Pengamanan diperketat untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama penyampaian aspirasi berlangsung.

Dari atas mobil pikap yang digunakan sebagai kendaraan komando, sejumlah orator secara bergantian menyampaikan tuntutan menggunakan pengeras suara.

Satu di antara persoalan yang paling keras disuarakan mahasiswa adalah mengenai dana beasiswa periode 2025-2026 yang hingga kini belum kunjung dicairkan.



Mahasiswa menilai ketidakjelasan pencairan beasiswa tersebut telah merugikan mahasiswa yang seharusnya mendapatkan hak untuk menunjang kebutuhan pendidikan mereka.

"Di saat masyarakat merayakan HUT Riau, kami justru dihadapkan pada persoalan pendidikan yang tak kunjung usai. Beasiswa periode 2025-2026 belum juga dicairkan. Hari ini kita lawan, Provinsi Riau harus mendengar suara kami!" teriak salah seorang orator dari atas mobil komando.

Menurut mahasiswa, persoalan pendidikan tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab belum cairnya dana beasiswa tersebut sekaligus memastikan kapan hak mahasiswa dapat diterima.

Selain beasiswa, mahasiswa juga membawa sejumlah persoalan lain yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Riau.

Kondisi jalan menjadi salah satu isu yang disampaikan dalam aksi. Mahasiswa menyoroti masih adanya ruas jalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah, terutama dari sisi kualitas dan keselamatan pengguna jalan.

Persoalan karhutla juga menjadi bagian dari tuntutan. Mahasiswa menilai persoalan kebakaran hutan dan lahan di Riau tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, serta citra daerah.

Aksi tersebut berlangsung di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau.

Mahasiswa menilai momentum hari jadi daerah seharusnya menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

"Kami datang bukan sekadar untuk berunjuk rasa. Kami ingin pemerintah mendengar dan memberikan jawaban atas persoalan yang kami sampaikan. Jangan sampai suara mahasiswa hanya didengar ketika ada aksi," ujar salah seorang peserta aksi.

Meski berlangsung dengan pengawalan ketat, mahasiswa terus menyampaikan aspirasi secara bergantian. Mereka juga meminta pihak Pemprov Riau menemui massa dan memberikan tanggapan terhadap tuntutan yang disampaikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto tidak terlihat berada di lokasi saat unjuk rasa itu berlangsung. Pemprov Riau diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Yan Dharmadi.

Di sisi lain, aparat kepolisian bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pengamanan di sekitar lokasi demonstrasi. Petugas tampak mengatur pergerakan massa sekaligus menjaga akses di sekitar kawasan kantor pemerintahan.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi Aliansi Mahasiswa Unri masih berlangsung. Mahasiswa masih secara bergantian menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka kepada Pemerintah Provinsi Riau.