RIAU ONLINE, PEKANBARU - Di tengah kepungan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau, Polda Riau justru menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Polda Riau berhasil meraih Juara Umum Klaster 3 dalam penilaian Program Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 setelah mencatatkan prestasi pada enam kategori penilaian.
Prestasi tersebut menjadi sorotan tersendiri lantaran penghargaan diterima ketika Riau masih menghadapi ancaman serius karhutla.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2026 hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terdampak karhutla di Provinsi Riau telah mencapai 15.608,37 hektare.
Angka tersebut menempatkan Riau di posisi kedua secara nasional, setelah Kalimantan Barat yang mencatat luas wilayah terdampak karhutla mencapai 28.680,47 hektare.
Di Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar paling besar, yakni mencapai 8.272,90 hektare. Disusul Pelalawan dengan 4.629,39 hektare dan Indragiri Hilir sebanyak 854,26 hektare.
Kemudian Dumai tercatat 553,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 300,62 hektare, Kepulauan Meranti 202,36 hektare, serta Indragiri Hulu 123,62 hektare.
Karhutla juga melanda sejumlah daerah lainnya, yakni Kampar dengan luas 85,27 hektare, Kuantan Singingi 57,95 hektare, Pekanbaru 47,29 hektare, dan Rokan Hulu 29,16 hektare.
Di tengah kondisi tersebut, Polda Riau mendapatkan apresiasi atas dalam menjalankan Program Ketahanan Pangan Polri.
Penghargaan Juara Umum Klaster 3 tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam kegiatan Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri yang digelar di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Polda Riau mencatatkan nilai tertinggi dibandingkan Polda lainnya yang tergabung dalam Klaster 3.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akhmadi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Alhamdulillah, Polda Riau meraih Juara Umum Klaster 3. Capaian ini merupakan akumulasi dari prestasi yang diraih pada berbagai kategori. Ini menjadi bukti kerja bersama seluruh jajaran dalam mendukung dan mengimplementasikan program ketahanan pangan,” kata Akhmadi, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam penilaian Program Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026, Polda Riau berhasil meraih sejumlah penghargaan.
Polda Riau meraih Juara II Kategori Penambahan Lahan dan Produksi Jagung, kemudian Juara II Kategori Serapan Jagung Bulog, serta Juara I Kategori Manajemen Media Polda.
Prestasi juga disumbangkan jajaran kewilayahan. Polres Indragiri Hulu berhasil meraih Juara III Kategori Manajemen Media Polres.
Sementara itu, dalam kategori inovasi, Polda Riau kembali mencatat prestasi dengan meraih Juara II Kategori Inovasi Polda. Sedangkan Polres Kuantan Singingi berhasil menjadi Juara I Kategori Inovasi Polres.
“Enam capaian tersebut kemudian terakumulasi dalam penilaian akhir dan menempatkan Polda Riau sebagai peraih nilai tertinggi sekaligus Juara Umum Klaster 3,” jelas Akmadi.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Riau, termasuk persoalan karhutla, kepolisian tetap menjalankan program strategis lainnya, salah satunya memperkuat ketahanan pangan.
Namun, besarnya luasan karhutla yang mencapai lebih dari 15,6 ribu hektare juga menjadi tantangan besar bagi seluruh pemangku kepentingan di Riau.
Kebakaran yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota tersebut membutuhkan penanganan terpadu, mulai dari pencegahan, patroli, pemadaman, penegakan hukum hingga pemulihan lahan terdampak.
Dengan kondisi tersebut, prestasi Polda Riau sebagai Juara Umum Klaster 3 Program Ketahanan Pangan Polri menjadi capaian yang datang di tengah situasi Riau yang masih berjibaku menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

