Karhutla Riau Belum Padam, Manggala Agni Masih Melawan Api Hingga Hari ke-12

pamadaman-karhutla-12.jpg
Manggala Agni melakukan pemadaman karhutla di Riau (Dok. Manggala Agni)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperketat. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menambah kekuatan personel untuk mempercepat penanganan kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, kebakaran tercatat masih melanda lima kabupaten, yakni Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu. 

Pemadaman dilakukan melalui operasi darat yang diperkuat dukungan udara menggunakan helikopter water bombing.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi pemadaman masih berlangsung di tujuh lokasi yang tersebar di sejumlah kabupaten.

"Hari ini Manggala Agni masih melaksanakan pemadaman lanjutan di tujuh lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten di Riau," ujar Ferdian dikutip dari MediaCenter, Rabu, 12 Agustus 2026.

Di wilayah operasi Daops Dumai dan Siak, petugas dikerahkan ke sejumlah titik, di antaranya Kelurahan Pematang Pudu dan Desa Buluh Apo di Bengkalis, Kepulauan Palika di Rokan Hilir, serta Desa Bunsur di Siak.

Penanganan di Kepulauan Palika mendapat tambahan dukungan. Satu regu personel dari Daops Labuhan Batu, Sumatera Utara, diterjunkan untuk memperkuat tim yang berada di lapangan.

Sementara di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, karhutla telah memasuki hari ke-12. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 64 hektare. Namun, dari luasan tersebut, tim gabungan baru mampu memadamkan sekitar 11,05 hektare.

Kondisi di kawasan gambut tersebut masih cukup sulit dikendalikan. Api tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga masih membakar bagian bawah tanah hingga tajuk vegetasi.



"Statusnya masih belum padam, masih ada api aktif di bawah, permukaan, dan tajuk, serta terdapat pulau-pulau api yang harus ditangani," kata Ferdian.

Menghadapi kondisi tersebut, Manggala Agni Daops Rengat bersama personel TNI, Polri dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Gandaerah Hendana mulai menerapkan strategi penyisiran atau mopping-up.

Petugas dibagi menjadi dua kelompok untuk mencari dan memastikan bara api yang masih tersisa benar-benar padam. Penyisiran dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.

Tantangan serupa juga terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu. Kebakaran di wilayah tersebut telah memasuki hari kedelapan dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare.

Api bahkan membentang cukup luas, dengan panjang sekitar 2,25 kilometer dari arah barat ke timur dan tiga kilometer dari utara ke selatan.

Untuk menahan laju penjalaran api, petugas melakukan pemadaman langsung menggunakan mesin pemadam. Tim juga membangun sekat bakar sepanjang 700 meter dan membuat tujuh embung sebagai sumber air pendukung.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala medan. Kepala api di bagian timur belum dapat dijangkau karena tidak tersedia akses jalan menuju lokasi.

Mengatasi persoalan tersebut, tim gabungan mulai mengerahkan alat berat untuk membuka akses. Setelah jalur terbentuk, petugas melanjutkan pembangunan sekat bakar sepanjang 1,3 kilometer sebagai upaya memutus jalur penjalaran api.

Penanganan karhutla di Indragiri Hulu melibatkan berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD-PKP Indragiri Hulu, BBKSDA Riau, hingga regu pemadam dari sejumlah perusahaan.

Sementara itu, operasi pemadaman di Pelalawan dan Indragiri Hulu juga mendapat dukungan dari dua unit helikopter water bombing. 

Bantuan udara tersebut dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit didatangi melalui jalur darat sekaligus membantu mempercepat pendinginan kawasan yang terbakar.

Ferdian menegaskan bahwa operasi tidak berhenti pada Senin. Seluruh personel akan kembali diterjunkan untuk melanjutkan pemadaman.

"Besok kita lanjutkan kembali operasi pemadaman sampai seluruh titik api benar-benar padam," tegasnya.