RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kesal karena aktivitas balap liar yang tak kunjung ditindak tegas, warga bersama personel TNI dan organisasi masyarakat Laskar Melayu Bersatu (LMB) turun langsung menertibkan para remaja yang kerap melakukan aksi kebut-kebutan di sepanjang Jalan Naga Sakti, tepatnya di kawasan Stadion Utama Riau, Minggu, 2 Agustus 2026.
Aksi penertiban dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB. Warga yang merasa resah terhadap aktivitas balap liar tampak berkumpul di sekitar lokasi dan mengusir para remaja yang mendominasi kegiatan tersebut.
Sejumlah warga bahkan terlihat memegang balok kayu, sementara personel Babinsa bersama anggota LMB turut membantu mengamankan situasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kerap meresahkan masyarakat dan pengguna jalan, pelaku balap liar di Jalan Naga Sakti Stadion Utama Riau akhirnya ditertibkan oleh Babinsa, Laskar Melayu Bersatu (LMB), serta masyarakat yang terdampak di sekitar lokasi.
Bukan kali pertama warga melakukan penertiban. Pada Minggu sebelumnya, masyarakat juga telah membubarkan aktivitas serupa dan banyak pelaku balap liar yang diamankan. Namun, para remaja tersebut seolah tidak jera dan kembali memanfaatkan ruas jalan itu untuk melakukan aksi balap-balapan.
Aktivitas balap liar yang terjadi hampir setiap akhir pekan itu dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain menimbulkan kebisingan, para pelaku juga melakukan aksi ngebut tanpa perhitungan dan tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara seperti helm.
Masyarakat yang melintas mengaku merasa takut karena khawatir tertabrak oleh kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya tindakan tegas dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Selain bising, mereka ngebut tanpa perhitungan dan tanpa alat keselamatan berkendara seperti helm. Masyarakat yang melintas takut akan tertabrak saat melintas di jalan yang digunakan untuk balap-balapan tersebut,” ujar salah seorang warga.
Aksi warga menertibkan balap liar ini juga mendapat perhatian luas dari netizen setelah videonya beredar di media sosial, khususnya melalui akun Instagram @viralpekanbaru.
Sejumlah netizen menyayangkan belum adanya langkah tegas dari aparat terkait terhadap aktivitas yang dinilai membahayakan pengendara maupun masyarakat sekitar.
“Anak-anak lanc*** dia pernah nyenggol aku, dia pula yang marah,” ujar Aidil*** dengan nada geram.
Netizen lainnya juga mengusulkan agar para pelaku balap liar diberikan sanksi yang lebih tegas agar menimbulkan efek jera.
“Harusnya ditangkap dan diserahkan ke Polsek sampai dijemput orang tuanya. Buat perjanjian dan tahan motornya beberapa bulan,” saran Gale****.
Sementara itu, akun lain mempertanyakan peran instansi terkait dalam mengatasi persoalan balap liar yang terus berulang.
“Apa gunanya ni,” tulis Fey*** sambil menandai akun media sosial Satlantas Polresta Pekanbaru, Dinas Perhubungan, dan Ditlantas Polda Riau.
Fenomena balap liar di Jalan Naga Sakti bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan banyak pihak.
Masyarakat berharap adanya patroli rutin, penindakan tegas, serta keterlibatan orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka agar aktivitas berbahaya tersebut tidak kembali terjadi.
Warga berharap kawasan Stadion Utama Riau yang seharusnya menjadi fasilitas publik yang aman dan nyaman dapat terbebas dari aktivitas balap liar, sehingga pengguna jalan maupun masyarakat sekitar dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir.

