Harga Kambing Ketahanan Pangan di Siak Dinilai Tak Wajar, Kambing Kurus Rp3,1 Juta

Harga-Kambing-Ketahanan-Pangan-di-Siak-Dinilai-Tak-Wajar-Kambing-Kurus-Rp31-Juta.jpg
Kambing program ketahan pangan APBN 2025 di Kecamatan Bungaraya, Siak. (Hendra Dedafta/Riau Online)

RIAU ONLINE, SIAK – Sejumlah kambing program ketahanan pangan di Kecamatan Bungaraya, Siak disorot warga karena harga dinilai tidak sesuai dengan kondisi fisik kambing yang diterima. 

Pengadaan hewan ternak kambing tersebut merupakan program ketahanan pangan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025. Disalurkan melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) dan dilaksanakan di beberapa kampung di Kecamatan Bungaraya, Siak, Riau. 

Untuk kampung yang menjalankan program ketahanan pangan berupa ternak kambing mereka membeli sebanyak 10 ekor, terdiri dari sembilan ekor kambing betina dan satu ekor kambing jantan jenis Jawa Randu. 

Kambing betina dibeli dengan harga sekitar Rp3,1 juta per ekor, sedangkan kambing jantan sekitar Rp3,5 juta per ekor. Dengan total anggaran sekitar Rp31 juta untuk setiap paket.

Kambing-kambing tersebut diketahui didatangkan dari Provinsi Lampung yang telah diserahkan kepada warga atau kelompok penerima sebelum bulan Ramadan 2026 lalu. 



Salah seorang warga yang menerima kambing program ketahan pangan tersebut mengaku was-was saat mengetahui kambing yang diterima dalam kondisi kurus dan sakit. Ia khawatir jika kambing tersebut tidak bertahan lama atau mati. 

"Sempat kaget pas turun dari mobil kok kambingnya kurus-kurus, udah terlanjur terdaftar yaudahlah di bawa aja, cuman kalau mati kayak mana pertanggungjawaban kami," ucap seorang warga kepada Riau Online, Senin, 3 Agustus 2026.

"Yang kami tau kambing itu dari Lampung, pas turun dari mobil besar kami mengambil masing-masing," imbuhnya. 

Menurutnya tidak seluruh kampung di Kecamatan Bungaraya menjalankan program ketahanan pangan berupa ternak kambing. 

"Setahu saya tidak semua kampung di Bungaraya yang menjalankan program ternak kambing," katanya.

Terpisah, menurut warga yang juga merupakan pengusaha jual beli kambing menyebutkan harga kambing program ketahanan pangan tersebut tidak sesuai. 

Ia memperkirakan harga kambing dengan ukuran dan kondisi serupa di pasaran hanya berkisar Rp1,7 juta per ekor apabila dalam kondisi sehat. Kalau yang kondisinya sudah terlihat kurang sehat, harganya hanya Rp1,4 juta per ekor. 

"Jauh sekali selisih harganya. Tapi kan itu program pemerintah mau protes ke siapa," tutupnya.