RIAU ONLINE, SIAK - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan adanya interaksi negatif antara seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan seorang pekerja alat berat di kawasan Sungai Belat, Kampung Teluk Lanus, Kabupaten Siak.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa sekitar pukul 19.30 WIB itu menimpa Hari Harianto (31), yang saat itu tengah bekerja di lokasi bersama dua rekannya.
Kepala Balai Besar KSDA Riau melalui Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Hermanto Siallagan, menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama dua rekannya sedang beristirahat di camp pekerja usai menyelesaikan aktivitas.
"Korban kemudian keluar dari camp menuju tepian kanal yang berada tidak jauh dari lokasi untuk buang air besar. Sekitar 10 menit kemudian, dua rekannya mendengar korban berteriak meminta pertolongan," ujar Hermanto, Rabu, 22 Juli 2026.
Mendengar teriakan tersebut, kedua rekan korban langsung berupaya mencari sumber suara. Salah seorang di antaranya menaiki alat berat yang berada di sekitar lokasi, lalu menghidupkan mesin beserta seluruh lampu penerangan.
Sorotan lampu alat berat diarahkan ke lokasi asal suara korban. Cahaya terang itu diduga membuat harimau melepaskan korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.
"Diduga sorotan lampu dari alat berat mengganggu satwa tersebut sehingga harimau melepaskan korban dan bergerak menjauh dari lokasi," jelasnya.
Setelah situasi dinilai aman, korban segera dievakuasi menuju Puskesmas Pembantu Teluk Lanus untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya korban dirujuk ke RSUD Siak guna menjalani penanganan medis lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Sungai Apit, aparat penegak hukum, serta pihak terkait lainnya.
Tim juga melakukan pengecekan dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi potensi konflik lanjutan antara manusia dan satwa liar.
Hermanto mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan habitat satwa liar, agar meningkatkan kewaspadaan.
"Kami mengimbau masyarakat menghindari aktivitas seorang diri di area yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari. Apabila terjadi kejadian serupa, segera laporkan kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat," tutupnya.

