Kematian Dokter Maluku di Pekanbaru: 4 Saksi Diperiksa, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Kombes-Pol-M-Hasyim-Risahondua17.jpg
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau tengah mengusut kasus meninggalnya dokter asal Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, Alex Cristo Loris (30), yang ditemukan meninggal dunia di Pekanbaru.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi untuk mengungkap fakta di balik kematian korban. Pemeriksaan tersebut masih akan terus dikembangkan dengan memanggil satu saksi tambahan pada awal pekan depan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua, mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan jumlah saksi yang diperiksa dipastikan akan bertambah.

"Jumlah saksi yang sudah diperiksa ada empat orang. Nanti akan dikembangkan lagi, hari Senin satu saksi lagi diperiksa sehingga menjadi lima orang," ujar Kombes Hasyim, Sabtu, 18 Juli 2026.

Selain mengumpulkan keterangan para saksi, penyidik juga masih menunggu hasil autopsi lengkap beserta pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian dokter muda tersebut.

Hasyim menegaskan, penyampaian kesimpulan medis sepenuhnya menjadi kewenangan tim ahli forensik.



"Kami masih menunggu hasil autopsi. Karena ini berbicara masalah medis, yang nanti menyampaikan adalah ahli forensik kesehatan," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, penyidik belum dapat meminta keterangan dari pihak keluarga karena masih dalam suasana berkabung.

"Dari pihak keluarga sampai saat ini masih berduka. Mereka masih menunggu untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.

Meski demikian, Polda Riau memastikan proses penyelidikan akan terus berjalan secara profesional dan setiap perkembangan akan disampaikan kepada masyarakat.

"Untuk perkembangan penyelidikan nanti akan kami informasikan," tutup Hasyim.

Sebelumnya, hasil autopsi sementara yang dilakukan tim dokter forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau menemukan adanya luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri korban, serta memar di bagian kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Tim forensik juga menemukan sejumlah luka yang muncul setelah korban meninggal dunia dan diduga merupakan bekas gigitan serangga. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian Alex Cristo Loris belum dapat dipastikan.

Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi terhadap sampel darah, urine, serta organ tubuh korban.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti meninggalnya dokter asal Maluku tersebut.