RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dua perempuan memutuskan mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi memeluk agama Islam di Masjid Raya An Nur Riau, Jumat, 17 Juli 2026. Keduanya adalah Melisa Arami (32), warga Bale Simpang Tiga, dan Utami Laia (27), perempuan asal Nias.
Prosesi pengislaman berlangsung di hadapan Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Rubianto, serta disaksikan oleh jamaah yang masih berada di dalam masjid. Melisa dan Utami tampak mengenakan mukena putih dan duduk di hadapan pembimbing sebelum menyampaikan alasan yang melatarbelakangi keputusan mereka memeluk agama Islam.
Melisa Arami mengungkapkan bahwa selama menjalani kehidupan rumah tangga sebelumnya, ia mengikuti agama yang dianut suaminya. Namun setelah berpisah, ia mantap menentukan pilihan untuk memeluk Islam dan ingin mendalami ajaran agama tersebut.
"Saya ingin memeluk agama Islam karena itu merupakan pilihan hati saya. Setelah berpisah dengan suami, saya ingin belajar dan mendalami ajaran Islam dengan sungguh-sungguh," ujar Melisa.
Sementara itu, Utami Laia mengaku telah berstatus janda setelah suaminya meninggal dunia. Ia mengatakan keinginannya memeluk Islam muncul karena ingin menjalani kehidupan baru, termasuk berencana menikah kembali dengan pasangan beragama Islam sekaligus mempelajari ajaran Islam lebih dalam.
"Saya ingin masuk Islam dan belajar tentang Islam. Saya juga memiliki niat untuk menikah kembali dengan pasangan yang beragama Islam," kata Utami.
Mendengar penjelasan kedua calon mualaf tersebut, Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Rubianto, memberikan nasihat agar keduanya tetap istiqomah dalam menjalankan ajaran Islam setelah mengucapkan syahadat.
Ia menegaskan bahwa menjadi seorang muslim bukan hanya sebatas mengucapkan dua kalimat syahadat, tetapi juga harus diikuti dengan semangat belajar, memperbaiki ibadah, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
"Keputusan ini adalah langkah awal. Yang paling penting setelah menjadi mualaf adalah terus belajar, memperdalam ilmu agama, menjaga salat, serta istiqomah dalam menjalankan ajaran Islam," ujar Rubianto.
Selain itu, Rubianto juga berpesan agar kedua mualaf tetap menjaga hubungan baik dengan orang tua dan keluarga meskipun memiliki perbedaan keyakinan.
"Islam mengajarkan agar kita tetap berbakti kepada kedua orang tua. Walaupun berbeda agama, hubungan silaturahmi harus tetap dijaga dengan baik selama tidak bertentangan dengan syariat," pesannya.
Setelah penyampaian nasihat, Rubianto kemudian membimbing Melisa Arami dan Utami Laia mengucapkan dua kalimat syahadat. Meski sempat terbata-bata mengikuti lafaz yang dibacakan, keduanya berhasil mengucapkannya dengan lancar hingga dinyatakan resmi memeluk agama Islam.
Momen tersebut disambut penuh rasa syukur oleh jamaah yang menyaksikan secara langsung. Suara takbir menggema memenuhi Masjid Raya An Nur sebagai ungkapan kebahagiaan atas bertambahnya saudara seiman.
Usai prosesi syahadat, kedua mualaf kembali mendapatkan pembekalan singkat mengenai kewajiban seorang muslim.
Mereka dianjurkan untuk terus belajar mengenai rukun Islam, rukun iman, tata cara beribadah, serta melaksanakan mandi wajib setelah tiba di rumah sebagai bagian dari penyempurnaan proses masuk Islam.
Sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada para mualaf, Mualaf Center An Nur Riau juga menyerahkan bingkisan berupa perlengkapan salat lengkap yang diharapkan dapat membantu keduanya dalam memulai kehidupan sebagai seorang muslimah.
Prosesi tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh haru, sekaligus menjadi pengingat bahwa hidayah dapat datang kepada siapa saja.
Mualaf Center An Nur Riau pun terus berkomitmen mendampingi para mualaf agar mendapatkan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan sehingga mampu menjalani kehidupan sebagai muslim dengan penuh keyakinan dan istiqomah.

