Bukan Cuma Lomba Lari, Riau Bhayangkara Run Bawa Misi Peduli Lingkungan Hidup

Kombes-Pol-Ino-Harianto4.jpg
Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Ini Harianto Didampingi Dansat Brimob Polda, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa di Halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis, 16 Juli 2026 (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, menegaskan seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Riau Bhayangkara Run 2026 harus memastikan kesiapan diri maupun perlengkapan sebelum pelaksanaan kegiatan pada, Minggu, 19 Juli mendatang.

Hal itu disampaikannya saat memimpin apel gelar pasukan pengamanan Riau Bhayangkara Run 2026. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan besar tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel, tetapi juga kesiapan setiap individu dalam menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

"Kita pastikan seluruh personel dalam keadaan sehat dan siap melaksanakan tugas. Begitu juga dengan peralatan, pastikan pada hari pelaksanaan semuanya siap digunakan. Jangan ada peralatan yang tersedia tetapi tidak berfungsi. Semua harus benar-benar siap," ujar Kombes Ino Harianto, Kamis, 16 Juli 2026 usai apel.

Ia menjelaskan, Riau Bhayangkara Run telah menjadi agenda tahunan atau kalender rutin Polda Riau dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli. Namun, menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan memiliki misi yang jauh lebih besar.

"Kegiatan ini bukan hanya untuk merayakan Hari Bhayangkara. Ini dikemas dalam bentuk olahraga yang mengajak masyarakat Provinsi Riau, masyarakat dari seluruh Indonesia, bahkan peserta dari beberapa negara," ujarnya.

"Di sisi lain, kita juga ingin menyampaikan pesan bahwa Provinsi Riau peduli terhadap lingkungan hidup melalui program Green Policing," sambungnya Perwira bunga tiga itu.

Menurut Ino, konsep Green Policing yang diusung Polda Riau merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam dengan memberikan keadilan, bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada lingkungan.



"Bagaimana kita memberikan keadilan bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada lingkungan dan alam. Kita ingin mengubah mindset dan culture set masyarakat yang sebelumnya kurang peduli terhadap lingkungan menjadi lebih peduli melalui edukasi yang terus dilakukan," lanjut Ino.

Ia mengatakan, upaya membangun kesadaran lingkungan telah dimulai sejak usia dini melalui berbagai program penanaman pohon di sekolah-sekolah.

"Alhamdulillah, kesadaran kolektif masyarakat Provinsi Riau mulai tumbuh dengan baik. Anak-anak sudah kita ajarkan menanam pohon sejak SD hingga SMP. Harapannya, 10 sampai 20 tahun ke depan, apa yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat yang luar biasa," kata dia

"Ingat, alam ini bukan warisan, tetapi titipan yang harus kita jaga dan rawat bersama. Itu pesan yang ingin kita sampaikan melalui kegiatan ini," terangnya.

Dalam arahannya, Ino juga mengingatkan pentingnya koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan. Setiap personel diminta fokus pada tugas yang telah dibagi, mulai dari pengamanan rute, lokasi kegiatan, parkir, pelayanan kesehatan hingga kebersihan lingkungan.

"Rekan-rekan sudah dibagi sesuai tugas masing-masing. Siapa yang bertanggung jawab di rute, di lokasi, parkir, kesehatan hingga unsur lingkungan hidup, semuanya memiliki peran penting. Tidak ada satu pun yang tidak penting dalam kegiatan ini," kata Ino.

Ia memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan area kegiatan. Menurutnya, salah satu indikator suksesnya Riau Bhayangkara Run adalah tidak adanya sampah yang tertinggal setelah acara selesai.

"DLHK nanti akan terus bergerak. Kita berharap setiap lokasi yang menjadi pusat kegiatan Riau Bhayangkara Run langsung bersih seperti tahun lalu. Jangan sampai meninggalkan sampah berserakan," katanya.