RIAU ONLINE, PEKANBARU - Polda Riau menggelar Apel Gelar Pasukan sebagai bentuk kesiapan akhir menjelang pelaksanaan Riau Bhayangkara Run 2026 yang akan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026.
Sebanyak 2.400 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga instansi terkait diterjunkan untuk memastikan ajang lari berskala nasional tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, mengatakan apel tersebut bertujuan mengecek kesiapan seluruh personel, baik dari sisi kekuatan, kesehatan, maupun pembagian tugas di lapangan.
"Apel gelar pasukan ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan personel kami, baik dari TNI maupun Polri. Dari Polri ada personel BKO dari Polres Siak, Pelalawan, Dumai, dan Kampar," ujar Kombes Ino, Kamis, 16 Juli 2026.
"Begitu juga dengan teman-teman dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Damkar, Dinas Kesehatan, DLHK, serta event organizer yang turut berperan dalam kegiatan ini," sambungnya.
Ia menyebutkan, total kekuatan yang dilibatkan dalam pengamanan mencapai 2.400 personel yang telah menjalani pemeriksaan kesiapan sebelum bertugas.
"Jumlah keseluruhan yang kami libatkan dalam kegiatan pengamanan Riau Bhayangkara Run ini ada 2.400 personel. Tadi sudah sama-sama kita lakukan pengecekan, baik kondisi kesehatan maupun kesiapan mereka," jelasnya.
Ia menjelaskan, seluruh personel pengamanan akan mulai menempati pos masing-masing sejak dini hari agar seluruh lokasi telah siap sebelum peserta berdatangan.
"Pada tanggal 19 Juli, pukul 02.00 WIB dini hari, seluruh personel sudah kita floating ke lokasi masing-masing. Kami harus datang lebih dulu untuk memastikan seluruh tempat sudah siap didatangi masyarakat dan menjamin peserta bisa hadir di Mapolda Riau sebelum start," ungkapnya.
Ia menyebut seluruh rangkaian kegiatan Riau Bhayangkara Run dijadwalkan berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB.
"Kegiatan kita rencanakan berlangsung sampai sekitar pukul 11.00 siang. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai rencana dan masyarakat dapat menikmati kegiatan ini dengan aman dan nyaman," tutupnya.
Setelah apel, kata dia, seluruh personel langsung mengikuti kegiatan gladi dan pengarahan teknis agar memahami secara rinci titik penempatan, tanggung jawab, hingga mekanisme pelaksanaan pengamanan.
"Setelah ini teman-teman yang terlibat dalam pengamanan rute, lokasi, dan parkir akan melaksanakan gladi. Sehingga nanti saat pelaksanaan mereka sudah tahu di mana floating-nya, di mana tempat mereka bertugas, kapan waktunya, dan bertanggung jawab kepada siapa. Semua itu sudah kita siapkan sehingga saat pelaksanaan mereka tidak bingung lagi," jelasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
"Harapan kita tentunya pelaksanaan berjalan dengan lancar, aman, dan sukses," ucapnya.
Sementara itu, untuk meminimalisir kemacetan, Polda Riau telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak sepekan terakhir melalui berbagai platform media sosial.
"Kami sudah memberikan edukasi kepada masyarakat melalui flyer yang diposting di TikTok maupun media sosial lainnya. Masyarakat sudah mengetahui bahwa pada tanggal 19 Juli ada kegiatan Riau Bhayangkara Run dan juga sudah mengetahui jalur-jalur mana yang akan dilalui peserta karena rutenya sudah kami sampaikan," terang Ino.
Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur alternatif apabila memungkinkan. Meski demikian, pihaknya memastikan tidak akan melakukan penutupan total terhadap ruas jalan yang menjadi lintasan peserta.
"Sebisanya masyarakat mencari alternatif lain. Jalurnya tidak kami tutup habis, tetapi menggunakan sistem buka tutup. Jadi masyarakat tetap bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa. Misalnya separuh badan jalan digunakan untuk kegiatan lari, sementara separuh lainnya tetap bisa dilalui kendaraan," jelasnya.

