RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komitmen Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, dalam mengawal penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Sekretaris PKC PMII Riau, Supriadi, kembali ditunjukkan dengan mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Senin, 6 Juli 2026.
Kunjungan tersebut menjadi kali kedua Kapolda menjenguk korban yang masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka yang dideritanya.
Sebelumnya, Herry Heryawan pernah menjenguk korban penganiayaan, M Luthfi yang mengalami retak di pipi usai dipukul aparat saat menyampaikan aspirasi di DPRD Riau, Senin, 22 Juni 2026 lalu.
Dalam kunjungan ini, Irjen Herry Heryawan berbincang langsung dengan Supriadi serta keluarganya untuk memastikan kondisi kesehatan korban terus membaik. Selain memberikan dukungan moril, Kapolda juga memastikan seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan korban dipenuhi secara maksimal selama menjalani perawatan.
Kapolda mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk kepedulian institusi Polri terhadap korban sekaligus penegasan bahwa proses hukum atas peristiwa tersebut akan berjalan secara profesional, objektif, dan transparan.
"Kami turut prihatin atas kejadian yang dialami saudara Supriadi. Hari ini saya datang untuk memastikan kondisi beliau sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga," ujar Irjen Herry Heryawan.
Irjen Herry menegaskan bahwa Polda Riau berkomitmen mengusut tuntas perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan.
Lebih lanjut kata dia, penyidik saat ini terus bekerja mengumpulkan alat bukti, memeriksa para saksi, serta melakukan seluruh tahapan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Menurut Kapolda, tidak akan ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun apabila nantinya terbukti terlibat dalam kasus tersebut.
"Siapa pun yang nantinya terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada perlakuan khusus dan tidak ada yang kebal hukum," kata dia.
Ia pun meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada penyidik untuk bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti.
Ia juga mengajak masyarakat tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama proses hukum berlangsung.
Ia meminta publik tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
"Kami memahami perhatian masyarakat terhadap perkara ini. Karena itu kami memastikan proses hukumnya berjalan secara serius dan profesional. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Riau, AKBP dr. Parluhutan Sitindaon, menyampaikan bahwa sejak dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Supriadi telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
"Saat ini kondisi umum pasien dalam keadaan stabil dan sadar. Tim dokter masih terus melakukan observasi serta memberikan perawatan sesuai kondisi medis yang dialami pasien agar proses pemulihannya berjalan optimal," jelasnya.
Kunjungan kedua Kapolda Riau tersebut menjadi sinyal bahwa pimpinan Polda Riau memberikan perhatian serius terhadap penanganan korban sekaligus memastikan proses pengungkapan kasus dugaan kebrutalan yang menimpa Supriadi berjalan hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

