Wujudkan Pekanbaru Kota Berbudaya, LAMR: Nilai Melayu Harus Mengakar dalam Pembangunan

LAMR-Pekanbaru-Kecam-Lemahnya-Penegakan-Aturan-THM-Satpol-PP-Jangan-Lembek.jpg
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, menyatakan dukungannya terhadap visi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk mengimplementasikan serta mengakarkan nilai-nilai budaya Melayu dalam setiap aspek pembangunan kota.

Dukungan tersebut disampaikan Bagus Oka menanggapi pidato Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, pada Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru yang digelar di Gedung DPRD Kota Pekanbaru, Selasa 24 Juni 2026.

Menurut Bagus Oka, semangat menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang berbudaya harus diwujudkan secara nyata dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“LAMR Kota Pekanbaru mendukung visi-misi Pekanbaru Berbudaya, Maju dan Sejahtera. Jadi, budaya Melayu harus tetap dihidupkan di Kota Pekanbaru, bukan hanya sekadar seremonial, tetapi harus hidup dan mengakar di setiap sudut kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pernyataan Wali Kota Agung Nugroho yang menegaskan pentingnya menjaga jati diri Melayu merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, semangat Melayu selama ini menjadi salah satu faktor yang mempersatukan masyarakat di Kota Pekanbaru yang terdiri dari beragam suku dan latar belakang.


“Pekanbaru tidak boleh melupakan semangat Melayunya. Karena itulah yang sesungguhnya mempersatukan kota ini, mulai dari cara berpikir, cara berinteraksi dengan masyarakat yang beragam, hingga semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu,” katanya.

Bagus Oka menegaskan, masyarakat Melayu memiliki karakter terbuka dan mampu merangkul seluruh suku bangsa yang hidup berdampingan di Kota Pekanbaru. Karena itu, LAMR akan terus berperan sebagai mitra pemerintah dalam mengawal penerapan nilai-nilai budaya Melayu dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, implementasi nilai-nilai luhur budaya Melayu harus menjadi bagian dari denyut pembangunan kota, sehingga identitas budaya tetap terjaga di tengah pesatnya perkembangan Pekanbaru.

“Implementasi nilai-nilai luhur budaya Melayu ini akan selalu kami ingatkan. Melayu di Pekanbaru adalah rumah bagi seluruh masyarakat. Sebagai suku yang menjadi payung di Kota Pekanbaru, kami akan terus mengingatkan sekaligus berkolaborasi dengan pemerintah agar nilai-nilai tersebut tetap hidup,” tegasnya.

Selain itu, Bagus Oka juga menyambut baik ajakan Wali Kota untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antarwarga. Menurutnya, nilai tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya Melayu sejak dahulu kala.

Ia menyebut semangat gotong royong dan kebersamaan bukan hanya terlihat dalam kehidupan masyarakat Melayu masa kini, tetapi juga telah tercatat dalam perjalanan sejarah peradaban Melayu, mulai dari era Kesultanan Melaka, Johor-Riau hingga Kesultanan Siak.

“Semangat kebersamaan itu sudah menjadi tradisi masyarakat Melayu sejak lama. Nilai inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan agar Pekanbaru dapat berkembang sebagai kota yang maju tanpa kehilangan akar budayanya,” tutupnya.