Sambut Tahun Baru Islam, Lapas Pekanbaru Bangun Spirit Perubahan Lewat Muhasabah

taun-baru-islam-di-lapas-pekanbaru.jpg
Lapas Pekanbaru menyambut tahun baru Hijriah. (Dok. Lapas Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru pada malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Ratusan warga binaan yang tergabung dalam kamar santri berkumpul mengikuti doa bersama, muhasabah, serta makan bersama sebagai wujud syukur menyambut tahun baru Hijriah.

Kegiatan yang digagas Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. 

Momentum pergantian tahun Hijriah dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar semakin mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperkuat semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Yuniarto mengajak seluruh warga binaan menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan.

"Pergantian tahun Hijriah bukan hanya pergantian angka dalam penanggalan Islam, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi diri".

"Mari jadikan malam ini sebagai kesempatan memperbaiki kesalahan masa lalu, memperkuat keimanan, dan menata masa depan yang lebih baik," ujar Yuniarto, Rabu, 17 Juni 2026.


Menurutnya, proses pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter dan spiritualitas warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.

"Kami ingin warga binaan memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat. Ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat, mereka dapat hadir sebagai pribadi yang lebih matang, lebih bijak, dan mampu memberikan kontribusi positif," jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun yang diikuti secara khusyuk oleh seluruh peserta. 

Suasana semakin menyentuh saat sesi muhasabah berlangsung, di mana warga binaan diajak merenungkan perjalanan hidup serta memohon ampunan dan keberkahan untuk masa depan yang lebih baik.

Kebersamaan semakin terasa ketika kegiatan ditutup dengan makan bersama. Meski berlangsung sederhana, momen tersebut menjadi simbol kuatnya rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang terus dibangun di lingkungan Lapas Pekanbaru.

Yuniarto menegaskan bahwa nilai-nilai ukhuwah, rasa syukur, dan kepedulian sesama merupakan bagian penting dalam proses pembinaan yang berkelanjutan.

"Melalui doa dan kebersamaan ini, kami ingin menanamkan semangat persaudaraan, saling menghargai, serta rasa syukur dalam diri setiap warga binaan".

"Nilai-nilai tersebut akan menjadi modal penting bagi mereka untuk memulai lembaran baru kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan," tutupnya.