Mensos Ungkap Syarat Masuk Sekolah Rakyat, Prioritas untuk Keluarga Desil 1 dan 2

Mensos-Ungkap-Syarat-Masuk-Sekolah-Rakyat-Prioritas-untuk-Keluarga-Desil-1-dan-2.jpg
Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru, Minggu, 14 Juni 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan yang selama ini sulit mengakses pendidikan secara layak.

Penegasan itu disampaikan Gus Ipul saat meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru, Minggu, 14 Juni 2026.

Dalam kunjungannya, ia memastikan program tersebut benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga yang masuk kategori desil satu dan desil dua.

“Sekolah ini diperuntukkan bagi keluarga yang belum beruntung, keluarga tidak mampu, yang berada di desil satu dan desil dua,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya ditujukan bagi anak-anak yang saat ini bersekolah, tetapi juga menjadi jalan keluar bagi mereka yang putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan, maupun yang berisiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Di Provinsi Riau sendiri, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi terus menunjukkan progres positif. Gus Ipul menyebut pembangunan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dan nantinya mampu menampung lebih dari seribu siswa.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.


Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga mengingatkan seluruh pihak agar proses penerimaan peserta didik berjalan secara transparan dan bebas dari praktik titipan.

“Tidak boleh ada jual beli, tidak boleh ada bayar-membayar, tidak boleh ada titipan. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, bupati wali kota tidak boleh titip,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa calon siswa akan melalui proses verifikasi yang ketat. Petugas akan turun langsung ke lapangan untuk menjangkau keluarga calon peserta didik dan memastikan mereka benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

“Nanti petugas akan menjangkau, berbicara dengan orang tua. Kalau orang tua setuju, baru ditetapkan kepala daerah dan diteruskan ke kami untuk ditetapkan resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Selain menyoroti mekanisme penerimaan siswa, Gus Ipul juga meminta seluruh tenaga pendidik dan pengelola Sekolah Rakyat menjalankan tugas dengan penuh empati dan kepedulian terhadap peserta didik.

“Kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya harus bekerja dengan hati, di samping tetap menggunakan pedoman resmi yang sudah diberikan,” katanya.

Gus Ipul mengaku optimistis terhadap perkembangan program tersebut. Berdasarkan evaluasi selama hampir satu tahun pelaksanaan, banyak perubahan positif yang terlihat pada para siswa.

“Anak-anak sekarang lebih percaya diri, lebih disiplin, lebih sehat dan punya semangat lebih besar untuk mencapai cita-citanya,” ungkapnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru atas dukungan yang diberikan dalam pengembangan Sekolah Rakyat. 

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan lahan seluas 10 hektare di kawasan Pasir Putih yang akan digunakan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.

“Tahun depan Insya Allah dibangun. Tanahnya dari daerah, sementara pembangunan gedungnya dari APBN,” pungkas Gus Ipul.