Kalapas Pekanbaru Ajak Warga Binaan Jadikan Masa Pembinaan sebagai Titik Balik

Kalapas-Pekanbaru-Ajak-Warga-Binaan-Jadikan-Masa-Pembinaan-sebagai-Titik-Balik.jpg
Warga binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru mengikuti senam pagi pada Sabtu, 13 Juni 2026. (Dok. Lapas Kelas IIA Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lapangan olahraga Lapas Kelas IIA Pekanbaru dipenuhi semangat para warga binaan yang mengikuti kegiatan senam pagi, Sabtu, 13 Juni 2026.

Kegiatan rutin tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun mental yang positif serta memperkuat kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.

Sejak pagi, ratusan warga binaan tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu instruktur senam. 

Alunan musik yang energik menambah semarak suasana, membuat kegiatan berlangsung meriah sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat hidup sehat di dalam lapas.

Usai senam, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, memberikan arahan dan motivasi kepada para warga binaan. 


Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga kesehatan dan memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri.

"Kesehatan merupakan modal utama dalam menjalani kehidupan. Jika tubuh sehat dan pikiran tetap positif, maka proses pembinaan akan berjalan lebih baik".

"Saya berharap seluruh warga binaan tetap disiplin, menjaga perilaku, dan menjadikan setiap program pembinaan sebagai langkah menuju perubahan yang lebih baik," kata Yuniarto.

Menurutnya, setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit dan membangun masa depan yang lebih baik. 

Karena itu, ia menilai kegiatan sederhana seperti senam pagi memiliki manfaat besar dalam menumbuhkan rasa kebersamaan, kedisiplinan, dan optimisme.

"Jangan pernah berhenti untuk memperbaiki diri. Setiap orang memiliki peluang untuk berubah. Manfaatkan waktu yang ada untuk belajar, berbenah, dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke tengah masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat," ujarnya.

Yuniarto menambahkan, kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Pekanbaru merupakan bagian dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dalam menghadirkan program yang humanis, berkelanjutan, serta berorientasi pada pembentukan karakter warga binaan.

"Melalui kegiatan olahraga dan pembinaan yang konsisten, diharapkan warga binaan tidak hanya memiliki kondisi fisik yang prima, tetapi juga mental yang kuat, disiplin, dan optimistis sebagai bekal menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana, " pungkasnya.