RIAU ONLINE, PEKANBARU – Jagat media sosial di Kota Pekanbaru dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan meluapkan kemarahannya terhadap sebuah lokasi di Jalan Riau, tepatnya di samping Hotel Novotel, yang diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas perjudian.
Dalam video yang viral tersebut, perempuan yang akrab disebut emak-emak itu tampak berteriak dengan nada tinggi sambil meminta aparat penegak hukum dan Pemerintah Kota Pekanbaru segera turun tangan. Ia menilai aktivitas yang diduga sebagai praktik perjudian tersebut telah meresahkan masyarakat dan mengganggu ketenteraman lingkungan sekitar.
Viralnya video itu langsung memantik perhatian publik. Berbagai tanggapan bermunculan di media sosial, mulai dari dukungan terhadap keberanian warga menyuarakan keresahan hingga desakan agar aparat segera melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang disebut dalam video.
Sorotan juga mengarah pada dugaan praktik perjudian yang dinilai bertentangan dengan norma sosial, hukum, dan nilai-nilai budaya Melayu yang selama ini menjadi identitas masyarakat Riau.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, menyampaikan kecaman keras terhadap segala bentuk aktivitas perjudian yang dinilai dapat merusak moral masyarakat dan mencederai marwah negeri Melayu.
Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka aktivitas itu jelas bertentangan dengan falsafah hidup masyarakat Melayu Riau yang berpegang pada prinsip “Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah.”
“Segala bentuk aktivitas perjudian, baik itu gelanggang permainan bernuansa judi maupun lapak judi tradisional, jelas diharamkan oleh agama dan ditolak keras oleh hukum adat,” tegas Datuk Seri Rizky Bagus Oka, Jumat 12 Juni 2026.
LAMR Kota Pekanbaru pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan instansi terkait, untuk segera melakukan pengecekan dan penindakan terhadap lokasi yang diduga menjadi arena perjudian tersebut.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada para pemain di lapangan semata, melainkan harus menyentuh aktor utama yang berada di balik praktik tersebut.
“Tindakan penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tanpa kompromi. Penggerebekan tidak boleh hanya menyasar pemain di lapangan, tetapi harus mampu membongkar praktik judi hingga ke akar-akarnya dengan menangkap para bandar besar serta menindak oknum-oknum yang berani menjadi bekingan di belakang layar,” ujarnya.
Datuk Seri Rizky Bagus Oka juga mengingatkan bahwa praktik perjudian tidak hanya melanggar hukum, tetapi berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas. Mulai dari terganggunya ekonomi keluarga, meningkatnya konflik rumah tangga, hingga munculnya berbagai tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat.
“Yang kita khawatirkan bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga dampaknya terhadap keluarga dan generasi muda. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban,” katanya.
Karena itu, ia berharap aparat dapat bergerak cepat dan tegas untuk memastikan tidak ada ruang bagi aktivitas yang berpotensi merusak ketertiban sosial di Kota Pekanbaru.
“Masyarakat tentu berharap hukum ditegakkan dengan serius agar tercipta rasa aman dan efek jera. LAMR bersama tokoh masyarakat dan alim ulama akan terus mengawal persoalan ini demi menjaga marwah Kota Pekanbaru,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas perjudian yang menjadi sorotan dalam video viral tersebut. Namun, masyarakat berharap adanya langkah cepat dan transparan guna menjawab keresahan yang berkembang di tengah publik.

