Dari Irlandia ke Lapas Pekanbaru, Pastor Nigel Tebar Harapan ke Warga Binaan

pastor-nigel-di-lapas-pekanbaru.jpg
Warga binaan Lapas Pekanbaru beragama Kristen ibadah rutin dengan Pastor Nigel Burrows (Dok. Lapas Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana penuh keteduhan dan harapan menyelimuti Gereja Interdenominasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Kamis, 11 Juni 2026.

Warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas II A Pekanbaru yang beragama Kristen mengikuti ibadah rutin dengan menghadirkan tamu istimewa, Pastor Nigel Burrows asal Irlandia.

Kehadiran Pastor Nigel memberikan semangat baru bagi para warga binaan. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan pesan mendalam tentang pengampunan, perubahan diri, dan harapan yang tidak pernah padam meskipun seseorang tengah menjalani masa pembinaan di balik jeruji.

Dengan penuh kehangatan, Pastor Nigel mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik.

"Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Masa lalu tidak menentukan masa depan. Tuhan selalu membuka jalan bagi siapa saja yang mau bertobat dan memperbaiki diri," ujar Pastor Nigel Burrows di hadapan jemaat.

Menurutnya, masa pembinaan yang dijalani saat ini bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan kesempatan berharga untuk membangun karakter, memperkuat iman, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.


"Di tempat ini pun harapan itu tetap ada. Gunakan waktu yang ada untuk membangun diri, memperkuat iman, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik," pesannya.

Ibadah berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Warga binaan tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjadikan momen tersebut sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. 

Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari keterampilan yang dimiliki, tetapi juga dari perubahan sikap dan kualitas spiritual.

"Kami terus berupaya memberikan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan kepada seluruh warga binaan. Kegiatan keagamaan seperti ini menjadi sarana penting untuk membangun mental, memperkuat iman, dan menumbuhkan optimisme dalam menjalani kehidupan," ungkap Yuniarto.

Ia juga mengapresiasi kesediaan Pastor Nigel Burrows yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan memberikan pelayanan secara langsung kepada warga binaan.

"Lapas Pekanbaru berharap warga binaan mampu menemukan kembali makna hidup, memperkuat nilai-nilai moral, serta memiliki bekal spiritual yang kokoh untuk memulai lembaran baru setelah menyelesaikan masa pidananya," tutup Yuniarto.