68.322 Akun Calon Murid Aktif, Disdik Riau Buka Layanan Pengaduan SPMB

Ilustrasi-spmb-smp-pekanbaru.jpg
Ilustrasi SPMB SMP di Pekanbaru (AI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau membuka sejumlah posko pengaduan dan layanan hotline untuk memberikan pendampingan bagi calon siswa yang mengalami kendala ataupun yang membutuhkan informasi untuk mendaftar di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027.

"Kami membuka posko pengaduan di masing-masing sekolah, kantor cabang dinas pendidikan, dan juga di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar masyarakat dapat memperoleh informasi dan penyelesaian terhadap berbagai kendala yang dihadapi selama proses SPMB berlangsung," ujar Tim Teknis SPMB Riau, Jeffri Hunter, Kamis, 11 Juni 2026.

Layanan ini dapat memberikan informasi baik soal kendala aktivasi akun, kesalahan data peserta, masalah unggah dokumen, hingga persoalan teknis lainnya yang berkaitan dengan sistem penerimaan murid baru.

Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses layanan pengaduan online di nomor 0821-7004-304 untuk tingkat provinsi. Sementara masyarakat yang berada di Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti dapat menghubungi nomor 0822-8411-1969.

Kemudian untuk wilayah Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai tersedia layanan pengaduan melalui nomor 0812-7595-128. Sedangkan masyarakat di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Kota Pekanbaru dapat menghubungi nomor 0813-7178-7877.


Adapun masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir dapat menyampaikan pengaduan melalui nomor 0822-8846-6836.

 Ia menjelaskan, hingga Rabu kemarin, setidaknya 68.322 akun calon murid telah berhasil diaktifkan. Pihaknya berharap agar pendaftaran SPMB tahun ini berjalan dengan baik.

Jalur SPMB terbuka dalam beberapa jalur pendaftaran. Di antaranya jalur domisili dengan kuota 30 persen dari total daya tampung sekolah. Selanjutnya jalur afirmasi dengan kuota sebesar 30 persen. 

"Jalur domisili ditentukan sesuai dengan alamat domisili, sedangkan jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari keluarga kurang mampu serta calon murid penyandang disabilitas sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan," jelasnya.

Kemudian jalur prestasi dengan kuota 35 persen. Jalur prestasi ini dibuka untuk sejumlah kategori, yakni prestasi nilai rapor sebesar 7 persen, prestasi tahfiz Alquran 8 persen, prestasi kepemimpinan 5 persen, prestasi tingkat internasional 2 persen, Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 3 persen, serta prestasi akademik dan nonakademik sebesar 10 persen.