DPRD Riau Minta PLN Evaluasi Usai Kasus Blackout di Sumatera

Banggar-DPRD-Riau-Bahas-KUA-PPAS-2026-Bersama-TAPD-8.jpg
Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Ahmad Tarmizi (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Ahmad Tarmizi meminta Direktur Umum (Dirut) PT PLN melakukan evaluasi menyeluruh pasca pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di Sumatera beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, evaluasi ini diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pasalnya, pemadaman listrik ini menyebabkan kerugian pada sejumlah fasilitas krusial, seperti rumah sakit dan sebagainya.

"Kami minta agar Dirut PLN melakukan evaluasi atas pemadaman listrik kemarin. Jangan sampai ini terjadi lagi dan berdampak besar pada rumah sakit, dan fasilitas krusial lainnya," ujarnya, Senin, 1 Juni 2026. 


Seperti diberitakan sebelumnya, pemadaman listrik massal ini terjadi di Sumatera, termasuk Riau pada Jumat malam, 22 Mei 2026. 

PT PLN (Persero) telah menjelaskan hal ini terjadi karena gangguan sistem kelistrikan berskala besar tersebut berimbas pada kondisi gelap gulita di sejumlah daerah.

Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, I Komang Gede Sastrawan menjelaskan, bahwa diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang disebabkan oleh cuaca buruk.

"Kami memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei. Saat ini, tim PLN telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan terus melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal," pungkasnya.