Tiap Sore, Jalanan Rumbai Berubah Jadi Arena Balap Liar

Balap-liar-di-rumbai.jpg
Balap liar di kawasan Rumbai, Pekanbaru. (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Balap liar yang berlangsung hampir setiap sore di Jalan Paus dan kawasan depan SMA Olahraga, Rumbai, Pekanbaru semakin dikeluhkan masyarakat.

Warga mengeluhkan maraknya aksi kebut-kebutan tersebut yang dinilai terjadi secara berulang tanpa adanya penindakan tegas dari aparat kepolisian yang mampu memberikan efek jera kepada para pelaku.

Ruas jalan yang seharusnya menjadi fasilitas umum bagi masyarakat kini seolah berubah fungsi menjadi sirkuit balap liar. Puluhan hingga ratusan remaja kerap memadati kawasan tersebut pada sore hingga malam hari untuk menyaksikan maupun mengikuti balapan motor ilegal.

Kondisi itu membuat masyarakat resah. Selain mengganggu ketertiban umum, aksi balap liar juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

“Sudah sering terjadi dan hampir setiap hari. Kadang ada patroli polisi, tapi setelah petugas pergi mereka kembali lagi. Kami melihat belum ada tindakan yang benar-benar membuat pelaku kapok,” ujar Edi, Minggu 31 Mei 2026.

Keluhan Edi bukan tanpa alasan. Edi menilai aktivitas balap liar di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sudah menjadi rahasia umum.

Edi yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di Rumbai mengaku heran karena lokasi tersebut bukanlah kawasan terpencil. Jalan Paus dan jalan depan SMA Olahraga berada di kawasan yang ramai dilalui masyarakat. Namun, aktivitas balap liar masih terus berlangsung seakan tanpa hambatan.


“Kami mempertanyakan kenapa aktivitas ini bisa terus terjadi. Lokasinya jelas, waktunya juga hampir setiap sore. Seharusnya mudah dipantau dan dicegah,” kata Edi.

Selain aksi adu kecepatan, keberadaan penonton yang memenuhi bahu jalan juga menambah risiko kecelakaan. Banyak kendaraan di parkir sembarangan sehingga mempersempit badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Tak hanya itu, suara knalpot bising dari sepeda motor yang digunakan para pelaku turut mengganggu kenyamanan warga sekitar. Mereka mengaku kerap terganggu oleh suara kendaraan yang meraung-raung hingga malam hari.

Masyarakat berharap aparat kepolisian tidak hanya melakukan patroli sesekali, tetapi juga menerapkan langkah penegakan hukum yang lebih konsisten dan terukur. 

Penindakan terhadap pelaku balap liar, penyitaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, hingga pengawasan rutin di lokasi dinilai perlu dilakukan untuk memutus aktivitas tersebut.

“Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru bertindak serius. Kami ingin melihat tindakan nyata agar jalan ini kembali aman dan tidak dijadikan arena balap liar,” tegas Edi.

Masyarakat juga menilai kawasan depan Stadion Kaharuddin Nasution dan Jalan Paus menjadi salah satu titik favorit para pelaku karena memiliki ruas jalan yang cukup lebar dan relatif lurus. Kondisi itu dimanfaatkan untuk menggelar aksi adu kecepatan setiap sore.

Karena itu, warga meminta Polresta Pekanbaru dan jajaran Polsek Rumbai untuk meningkatkan pengawasan, terutama pada jam-jam rawan ketika para pelaku mulai berkumpul. Langkah penindakan secara rutin dinilai penting untuk memberikan efek jera dan mencegah aktivitas serupa kembali terulang.

Warga berharap kehadiran aparat penegak hukum dapat mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum yang aman dan nyaman bagi masyarakat, bukan sebagai arena balap liar yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kami hanya ingin jalan ini aman untuk semua orang. Jangan sampai karena ulah segelintir orang, masyarakat lain yang menjadi korban,” tutup Edi.