Begal Mengganas di Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan, Keamanan Mulai Dipertanyakan

ilustrasi-begal6.jpg
ilustrasi begal (Gemini AI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gelombang aksi pembegalan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah wilayah Provinsi Riau memicu keresahan di tengah masyarakat. Laporan kasus begal terus bermunculan dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, hingga Kabupaten Pelalawan.

Para pelaku memiliki pola yang hampir serupa, bergerak secara berkelompok, mempersenjatai diri dengan senjata tajam, dan tidak segan bertindak brutal hingga berujung pada hilangnya nyawa korban.

Situasi mencekam ini terjadi di berbagai titik rawan. Mereka beraksi saat malam hingga dini hari, bahkan di pagi hari.

Berikut rentetan aksi begal sadis yang berhasil dihimpun RIAU ONLINE:

1. Pelalawan: Perampokan Tragis yang Merenggut Nyawa

Aksi paling mematikan terjadi di kawasan Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, pada Jumat, 29 Mei 2026 malam. Seorang pemuda tewas mengenaskan setelah diserang secara brutal oleh sekelompok orang tak dikenal.

Berdasarkan keterangan adik korban, malam itu mereka sedang melintas menggunakan sepeda motor sebelum tiba-tiba dihadang oleh sejumlah orang.

"Saya sempat dipukul hingga jatuh. Saya pura-pura pingsan. Setelah itu saya diikat dan dilakban oleh mereka," ungkap adik korban.

Sementara itu, sang kakak yang diduga berusaha melakukan perlawanan menjadi sasaran kekerasan yang jauh lebih parah. Korban disabet parang pada bagian atas kepala dan dihantam balok kayu pada kepala bagian belakang. Setelah korban terkapar bersimbah darah, para pelaku langsung melarikan sepeda motor korban.

Adik korban akhirnya berhasil melepaskan lakban di mulutnya dengan cara digigit, lalu segera mencari bantuan warga sekitar. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Bunut, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya.


2. Kampar: Korban Diacungi Samurai di Rimbo Panjang

Dua pekan sebelumnya, aksi serupa terjadi di Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang, tepatnya di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 05.00 WIB.

Korban bernama Ibrahim dipepet oleh tiga orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor di dekat SMP Negeri 2 Tambang.

"Pelaku berjumlah tiga orang. Mereka membawa dua samurai dan langsung meminta saya menyerahkan motor," ungkap korban.

Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya bergerak cepat melakukan penggerebekan ke rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku, namun para pelaku berhasil melarikan diri lebih dulu.

"Kami sudah melakukan penggerebekan ke rumah pelaku, tetapi mereka berhasil kabur," ujar AKP Aulia Rahman.

3. Pekanbaru: Teror di Berbagai Sudut Kota

Sementara itu di Ibu Kota Provinsi, laporan dugaan pembegalan berdarah terus bermunculan secara masif dari berbagai titik Kota Pekanbaru:

Mulai dari Jalan Melati Ujung. Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy dipepet tiga pelaku bercelurit dan parang. Korban dibacok hingga mengalami luka parah di bagian tangan saat mencoba mempertahankan motornya.

"Pelakunya bonceng tiga bawa parang dan celurit. Korban sempat melawan tapi dibacok," tulis seorang warga melalui media sosial.

Di kawasan Rumbai, seorang pria yang hendak menunaikan salat Subuh di Masjid Al Ittihad sekitar pukul 04.30 WIB dihadang begal. Pelaku memanfaatkan kondisi jalan yang minim penerangan, lalu memaksa korban menyerahkan motornya.

Sementara di kawasan Labersa, seorang kurir JNE menjadi korban pembegalan. Tidak hanya kehilangan sepeda motor, uang hasil pembayaran Cash on Delivery (COD) senilai lebih dari Rp2 juta juga raib digondol pelaku.

Kesaksian lain datang dari seorang warga yang mengaku menjadi korban pembegalan di Rimbo Panjang sekitar pukul 05.00 WIB. Ia mengaku dipepet oleh dua kendaraan yang ditumpangi tiga orang pelaku bersenjata dua bilah samurai.

"Tadi malam saya dipepet dua kendaraan berjumlah tiga orang dan membawa dua bilah samurai. Alhamdulillah saya tidak sempat dibacok karena menyerahkan kendaraan beserta kuncinya," tulis korban.

Rentetan aksi kriminalitas bersenjata ini memicu gelombang kekhawatiran dan protes dari masyarakat di media sosial. Warga menilai aksi pembegalan di Riau sudah masuk dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan dan mendesak aparat kepolisian untuk memperketat pengamanan.

"Nggak mungkin dalam satu minggu ada tiga berita pembegalan di lokasi berbeda. Ini harus jadi perhatian serius," tulis seorang warga.

Maraknya teror begal yang kini telah memakan korban jiwa menjadi alarm keras bagi jajaran Polda Riau. Masyarakat berharap ada tindakan tegas, nyata, dan instan lewat patroli malam hingga subuh sebelum jalanan di Riau menjadi wilayah yang sepenuhnya tidak aman bagi publik.