Sisi Lain Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru: Ramai Saat Malam, Kumuh di Pagi Hari

sampah-di-cut-nyak-dien.jpg
Tumpukan sampah di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, atau tepatnya di belakang Kantor Gubernur Riau (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketika matahari baru mulai menyinari Kota Pekanbaru di pagi hari, suasana di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, seharusnya menghadirkan kesegaran bagi warga yang memulai aktivitas.

Jalanan di pusat kota itu saban pagi ramai dilintasi pegawai kantor, pelajar, hingga masyarakat, yang mengurus administrasi di kawasan perkantoran pemerintah. Namun, pemandangan yang tersaji justru jauh dari harapan.

Di balik geliat Pasar Kuliner Malam Cut Nyak Dien yang ramai setiap malam, tersisa aroma tak sedap dari tumpukan sampah, genangan limbah, dan sisa makanan yang berserakan di sepanjang jalan. Bau menyengat itu bahkan sudah tercium sejak pagi hari.

“Setiap pagi saya lewat sini ke tempat kerja. Bau sampahnya menyengat, apalagi kalau habis hujan. Kadang-kadang sampai mual,” ujar Mimi, seorang pegawai swasta yang hampir setiap hari melintasi kawasan tersebut, Senin 25 Mei 2026.

Pasar Kuliner Malam Cut Nyak Dien memang telah menjadi salah satu magnet baru bagi pecinta kuliner malam di Pekanbaru. Setiap sore hingga larut malam, puluhan pedagang berjejer menawarkan beragam makanan dan minuman.

Lampu-lampu lapak menyala terang, musik dari berbagai genre terdengar saling bersahutan, sementara muda-mudi dan keluarga memadati kawasan itu untuk menikmati suasana malam kota.

Namun, ketika keramaian perlahan bubar menjelang dini hari, kawasan tersebut meninggalkan wajah yang berbeda.

Sisa plastik minuman, bungkus makanan, tisu, hingga air limbah terlihat menggenang di badan jalan. Di beberapa sudut trotoar dan dekat selokan, tumpukan sampah tampak belum terangkut hingga pagi hari.

Kondisi ini diperparah dengan lambatnya proses pembersihan. Petugas kebersihan biasanya baru datang menjelang siang, sementara aktivitas masyarakat sudah dimulai sejak pagi.


“Kalau pagi, bau limbah pedagang itu masih terasa. Belum lagi genangan air atau minyak yang membuat jalan licin dan kotor,” kata Ani (42), warga yang rutin melintas di kawasan tersebut.

Persoalan ini semakin disorot lantaran posisi Jalan Cut Nyak Dien yang berada di titik strategis Kota Bertuah.

Kawasan tersebut bukan sekadar pusat kuliner malam, melainkan juga berada di jantung pelayanan publik Kota Pekanbaru. Di sepanjang jalan berdiri Kantor Gubernur Riau, Perpustakaan Wilayah Riau, berbagai kantor dinas provinsi, Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru.

Tak jauh dari lokasi itu juga terdapat SD Negeri 6 dan SD Negeri 15 Pekanbaru yang setiap pagi dipadati anak-anak sekolah dan orang tua pengantar.

Bagi sebagian warga, kondisi tersebut menghadirkan ironi tersendiri. Di satu sisi, kawasan kuliner malam dianggap berhasil menghidupkan ekonomi dan menjadi ruang hiburan masyarakat. Namun di sisi lain, persoalan kebersihan justru meninggalkan kesan semrawut di pusat kota.

Keluhan warga sebenarnya bukan hal baru. Mereka mengaku persoalan sampah dan limbah di kawasan itu sudah berulang kali disampaikan, namun belum terlihat solusi yang benar-benar efektif.

Sebagian warga bahkan khawatir kondisi tersebut dapat memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi.

Di sisi lain, para pedagang juga mengakui minimnya fasilitas pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan utama. Tempat sampah dinilai masih terbatas, sementara jadwal pengangkutan sampah tidak menyesuaikan jam operasional pasar kuliner yang berlangsung hingga larut malam.

Situasi ini akhirnya menjadi pekerjaan rumah bersama, baik bagi pedagang, pengelola kawasan, maupun pemerintah daerah.

Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dinilai tidak cukup hanya dibebankan kepada petugas kebersihan semata. Edukasi mengenai pengelolaan sampah dan disiplin menjaga lingkungan juga menjadi hal penting agar kawasan kuliner tetap nyaman tanpa meninggalkan persoalan baru bagi warga.

Kini, masyarakat menanti langkah nyata dari pemerintah dalam menata kawasan Cut Nyak Dien agar tetap menjadi pusat kuliner yang hidup tanpa mengorbankan kenyamanan lingkungan sekitar.

Sebab bagi warga Pekanbaru, Jalan Cut Nyak Dien bukan hanya tentang hiruk-pikuk malam dan tempat berburu kuliner, tetapi juga wajah kota yang setiap pagi pertama kali dilihat masyarakat.