RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelaksanaan Hari Raya Qurban (hari kurban) yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah 1445 Hijriah, tinggal hitungan hari. Panitia kurban diminta untuk mempersiapkan dengan maksimal dan diimbau agar memahami karakteristik hewan-hewan kurban yang akan disembelih.
Pembina Dakwah Sembelih Halal (DSH) Kota Pekanbaru, Rois mengatakan, setiap hewan kurban memiliki karakteristik yang berbeda dan memerlukan penanganan yang berbeda. Terutama untuk hewan-hewan kurban yang agresif.
Hal ini perlu dipahami agar proses penyembelihan berjalan dengan aman dan lancar dan tidak terjadi kecelakaan dalam prosesnya.
"Panitia harus paham karakter sapi yang akan dibawa ke masjid. Seperti tipikal sapi umbaran yang biasa dilepas di padang sawit atau padang gembalaan, lebih agresif dan liar," ujarnya, Senin 25 Mei 2026.
Berkaca dari kasus-kasus di hari kurban sebelumnya, dimana ada sapi yang lepas dan mengamuk, hingga mencelakakan panitia saat proses penyembelihan. Pihaknya berharap agar dengan memahami karakteristik hewan, hal serupa tidak kembali terjadi pada tahun ini.
Menurutnya, sebagian besar peternak saat ini lebih banyak menyediakan sapi jenis Peranakan Ongole (PO) atau sapi lokal yang dinilai lebih aman. Berbeda dari sapi Bali, yang menurutnya memang perlu perhatian khusus karena lebih rentan terhadap penyakit seperti virus jembrana dan parasit darah.
"Tahun ini mudah-mudahan tidak ada kasus Jembrana dan tidak ada masalah," pungkasnya.

