RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi diduga pembegalan di Kota Pekanbaru dan sekitarnya kembali meresahkan warga. Dalam beberapa hari terakhir, aksi diduga begal dilaporkan terjadi di sejumlah titik, mulai dari Jalan Melati dekat Air Hitam, kawasan Rumbai, Jalan Soekarno Hatta, Rimbo Panjang hingga Labersa.
Para pelaku disebut membawa senjata tajam seperti parang, celurit hingga samurai untuk mengancam korban.
Warga pun mulai khawatir karena aksi kejahatan tersebut kerap terjadi saat kondisi jalan masih sepi, terutama menjelang subuh dan pagi hari.
Salah satu informasi yang ramai dibagikan warga menyebutkan bahwa seorang pengendara menjadi korban pembegalan di Jalan Melati Ujung, dekat kawasan Air Hitam.
Korban disebut dipepet oleh tiga pelaku yang berboncengan sambil membawa parang dan celurit. Saat mencoba mempertahankan kendaraannya, korban justru dibacok hingga mengalami luka di bagian tangan sebelum akhirnya motor Honda Scoopy miliknya dibawa kabur.
"Min jalan Melati stadion sudah tidak aman, tadi subuh terjadi pembegalan. Pelakunya bonceng tiga bawa parang dan celurit. Korban sempat melawan tapi dibacok kena tangan,” tulis warga dalam unggahan media sosial Instagram @kabarpekabaru.
Warga meminta agar informasi tersebut disebarluaskan supaya masyarakat lebih berhati-hati saat melintas di kawasan Air Hitam dan Jalan Melati, terutama ketika situasi masih gelap dan sepi.
Tak hanya itu, laporan serupa juga muncul dari kawasan Rumbai. Seorang warga bernama Suhelda mengungkapkan adanya dugaan pembegalan terhadap seorang bapak-bapak yang hendak melaksanakan salat Subuh di Masjid Al Ittihad, Rumbai.
Menurutnya, kejadian berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB ketika kondisi jalan minim penerangan.
“Di Rumbai arah mau ke Masjid Al Ittihad dekat kuburan Chevron ada bapak-bapak mau salat Subuh dibegal karena jalan sepi dan gelap, tidak ada lampu jalan,” tulisnya.
Korban disebut memilih menyerahkan sepeda motor miliknya karena takut keselamatannya terancam. Pelaku kemudian langsung melarikan diri membawa kendaraan tersebut.
Warga juga menyoroti minimnya penerangan jalan di kawasan tersebut dan meminta perhatian pihak terkait agar kondisi jalan lebih aman bagi masyarakat.
Kekhawatiran masyarakat semakin memuncak lantaran kasus serupa terus bermunculan dalam waktu berdekatan. Bahkan netizen menilai situasi keamanan di Pekanbaru mulai mengkhawatirkan.
“Gak mungkin kan dalam satu minggu ini aja ada tiga berita pembegalan, mulai dari SM Amin, Rimbo Panjang sampai Melati,” tulis seorang warga sambil menandai akun kepolisian.
Keluhan serupa juga datang dari seorang pengguna media sosial bernama fii_angels yang menilai Pekanbaru kini semakin rawan tindak kriminal.
“Pekanbaru semakin tidak aman. Di mana-mana ada pembegalan dan pencurian. Tolong pak polisi lebih diketatkan pengamanan untuk Pekanbaru ini,” tulisnya.
Tak hanya pengendara umum, seorang kurir JNE juga dikabarkan menjadi korban pembegalan di kawasan Labersa. Dalam peristiwa itu, korban kehilangan uang COD lebih dari Rp2 juta.
“Teman saya kurir JNE juga kena begal di Labersa sore kemarin, hilang duit COD dua juta lebih,” ungkap seorang warga bernama Nof.
Sementara itu, kesaksian lain datang dari seorang warga yang mengaku menjadi korban pembegalan di Rimbo Panjang sekitar pukul 05.00 WIB.
Korban menyebut dirinya dipepet dua kendaraan yang ditumpangi tiga orang pelaku sambil membawa dua bilah samurai.
“Tadi malam saya dipepet dua kendaraan berjumlah tiga orang dan membawa dua bilah samurai. Alhamdulillah saya tidak sempat dibacok karena saya menyerahkan kendaraan beserta kuncinya,” tulis korban dalam pengakuannya.
Korban berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada saat berkendara sendirian, terutama pada jam-jam rawan.
Maraknya laporan pembegalan ini membuat masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan kriminalitas, terutama jalan sepi dengan penerangan minim.
Warga berharap langkah cepat dilakukan sebelum aksi begal semakin meresahkan dan menimbulkan korban jiwa.
Hingga kini belum ada keterangan dari pihak kepolisian atas maraknya aksi begal di Kota Bertuah tersebut.

