Tak Miliki Rumah Tinggal, Guru Sekolah Kampung Terpencil di Siak Pilih Pindah

Tak-Miliki-Rumah-Tinggal-Guru-Sekolah-Kampung-Terpencil-di-Siak-Pilih-Pindah.jpg
Murid SDN 24 Tanjung Pal, bersama Kepala SDN 24 Tanjung Pal Ponijah dan Bupati Siak Afni Z saat penyerahan seragam sekolah gratis. (Hendra Dedafta/Riau Online)

RIAU ONLINE, SIAK - Keterbatasan fasilitas rumah tempat tinggal untuk guru di SDN 24 Tanjung Pal, Dusun Mungkal, Kelurahan Penyengat, Sungai Apit, Siak, membuat sejumlah guru PPPK yang ditugaskan di sekolah tersebut memilih pindah.

Kepala SDN 24 Tanjung Pal, Ponijah, S.Pd, mengatakan banyak guru PPPK tidak betah bertugas di sekolah ini. Selain belum tersedia rumah untuk tempat tinggal guru, wilayah masih tergolong sepi dan listrik menggunakan genset engkol. 

“Banyak guru datang kemudian mengajukan pindah. Kalau harus pulang pergi enggak mungkin, karena hanya ada jalur air itupun jauh,” ujar Ponijah.

Ia menjelaskan, rumah yang tersedia saat ini hanya satu unit rumah panggung berbahan papan milik penjaga sekolah. Rumah itu bahkan harus ditempati bersama tiga guru beserta keluarganya.

“Kita ingin memberikan yang terbaik untuk murid-murid, namun keterbatasan fasilitas membuat banyak guru tidak betah. Datang, lalu pindah lagi,” katanya.

Menurut Ponijah, keberadaan rumah singgah atau rumah dinas guru sangat dibutuhkan, mengingat kondisi lingkungan masih cukup ekstrem. Pada malam hari, binatang buas seperti harimau Sumatera kerap keluar hingga mendekati area pemukiman dan sekolah.


“Kalau malam kami harus hati-hati. Mau keluar ke musala atau ke toilet saja harus pakai senter dulu memastikan aman. Kalau sudah malam tidak berani keluar sembarangan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya SDN 24 Tanjung Pal memiliki 13 tenaga pengajar. Namun kini jumlahnya berkurang menjadi 11 orang karena beberapa guru P3K memilih pindah tugas. 

Besar harapan Ponijah pemda Siak membuatkan rumah untuk guru, sehingga para guru aman dan nyaman dalam mendidik murid. 

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Siak Afni Zulkifli menyatakan akan memprioritaskan pembangunan rumah untuk guru di Kampung Tanjung Pal.

Afni bahkan langsung menginstruksikan Sekretaris Dinas Pendidikan untuk segera membahas pembangunan rumah guru bersama pihak terkait.

“Kita prioritaskan rumah untuk guru. Nanti kita diskusikan bersama dinas, camat, juga perusahaan sekitar,” ujar Afni.

Afni menyarankan untuk menjadikan warga tempatan menjadi guru supaya dekat dan lebih betah.

Kampung Tanjung Pal sendiri merupakan salah satu kampung terjauh di Kabupaten Siak. Kampung yang berada di Kecamatan Sungai Apit itu hanya dapat ditempuh melalui jalur air sekitar satu jam menggunakan kapal pompong.

Diketahui, SDN 24 Tanjung Pal, Berada disekitar PT Triomas Forestry Development Indonesia, perkebunan kelapa sawit yang memiliki luasan lahan ribuan hektare.