RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan membenahi Stadion Utama Riau di Jalan di Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menjelaskan kondisi aset Pemprov Riau yang menjadi lokasi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012 kini memprihatinkan. Mulai dari kabel dan tiang listrik yang hilang, hingga jalan yang rusak.
"Kami benahi ini, jangan sampai aset kebanggaan saat PON 2012 terbengkalai begitu saja," ungkap SF Hariyanto, Jumat 22 Mei 2026.
Ia pun telah menginstruksikan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau untuk memproses pembenahan.
Ia bertekad untuk menjadikan Stadion Utama Riau dikenang sebagai lokasi bersejarah.
"Akan kita buat museum PON di satu ruangan. Di dalamnya akan ada visual mengenai proses pembuatan stadion, pelaksanaan PON dan apa saja penghargaan yang Riau dapat selama pergelaran ini. Jadi masyarakat masih bisa melihat sisa kemegahan PON di Riau," kata dia.
Selain itu, ia juga meminta pembangunan pagar pada area Stadion Utama Riau. Hal ini agar fasilitas tetap terjaga dan mengurangi potensi kejahatan oleh oknum tak bertanggung jawab.
"Kita ingin aset kita ini seperti Gelora Bung Karno. Nanti akan kita tempatkan satpam, agar penjagaannya lebih maksimal," ungkapnya.
Ia pun berharap, dengan pembenahan ini, dapat meningkatkan PAD melalui retribusi yang dihasilkan Stadion Utama Riau.
"Kalau sudah dibenahi, harapannya akan banyak kegiatan di sini. Setidaknya retribusi nya bisa digunakan untuk pembayaran listrik," pungkasnya.
Stadion kebanggaan masyarakat Riau ini dibangun pada 2009 dan mampu menampung sekitar 44.000 penonton. Usai pelaksaan PON 2012, Stadion Utama Riau juga menjadi tempat Kualifikasi Kejuaraan U-22 AFC 2013.

