RIAU ONLINE, SIAK - Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III menurunkan tiga unit alat berat untuk melakukan penggalian saluran tersier di paket B, C, dan D Daerah Irigasi Rawa Siak Kiri yang sudah dangkal untuk mempermudah petani memperoleh air.
Program tersebut disambut antusias petani karena selama ini banyak parit mengalami pendangkalan yang menyebabkan distribusi air ke sawah tidak maksimal.
Kasatker BWSS III, Nizam, saat meninjau langsung pekerjaan dilapangan mengatakan, usulan penggalian saluran tersier tersebut sebenarnya sudah diajukan sejak tahun 2024 dan baru terealisasi tahun ini.
“Target awal kita sepanjang 16 kilometer. Namun progres di lapangan sudah mencapai sekitar 30 kilometer dan mudah-mudahan bisa tembus 40 kilometer,” ujar Nizam, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya, normalisasi saluran ini menjadi bagian penting untuk mendukung kebutuhan irigasi petani di kawasan sentra pangan Bungaraya.
Pengamat BWSS III, Isran, mengatakan bahwa penggalian saluran tersier di paket B, C, dan D memang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
“Alhamdulillah kegiatan penggalian saluran tersier khususnya di paket B, C, dan D sudah berjalan sesuai kewenangan Daerah Irigasi Rawa Siak Kiri yang merupakan kewenangan Kementerian PU,” jelasnya.
Para petani mengaku merasakan langsung dampak positif dari normalisasi parit tersebut. Selama ini petani harus mengeluarkan biaya tambahan karena kesulitan mendapatkan air akibat parit dangkal.
“Kalau parit dangkal, petani harus memindahkan air pakai mesin dari parit besar ke parit kecil, lalu baru ke sawah. Artinya dua kali kerja, biaya dan tenaga jadi lebih besar. Padahal saat musim tanam, air menjadi kebutuhan utama,” tutupnya.

