Bukan Cuma Baca Buku, Ini Cara Seru di Pasir Luhur Ibu dan Anak Bangun Literasi

Mom-n-Kids-Titik-Temu-Book-Party.jpg
Mom n Kids Titik Temu Book Party (Istimewa)

RIAU ONLINE, ROHUL - Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan berbagai komunitas, termasuk melalui pendekatan sederhana namun berdampak langsung di tengah masyarakat desa. 

Seperti yang dilakukan oleh Titik Temu, sebuah perpustakaan pribadi yang terbuka untuk umum, yang kini menghadirkan program baru bertajuk Mom n Kids Titik Temu Book Party.

Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, di Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau ini menjadi wadah interaktif bagi ibu dan anak untuk belajar sekaligus bermain bersama dalam suasana yang menyenangkan.

Founder Titik Temu, Sofiah, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang produktif antara orang tua dan anak. Menurutnya, keseimbangan antara belajar dan bermain menjadi kunci penting dalam proses tumbuh kembang anak.

"Program ini kami hadirkan agar ibu dan anak tetap produktif dalam hal belajar dan bermain. Jadi keduanya bisa berjalan seimbang, tidak hanya fokus belajar saja, tapi juga ada aktivitas bermain yang mendukung," ujar Sofiah, Senin, 4 Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh 10 ibu dan 10 anak yang terlibat aktif dalam setiap rangkaian acara. Kehadiran para ibu, kata Sofiah, menjadi bagian penting dalam mendampingi serta membangun kedekatan emosional dengan anak.

"Ibu hadir langsung mendampingi anak selama kegiatan. Ini bukan hanya tentang anak mendapatkan teman baru, tapi ibu juga bisa saling berinteraksi dan berbagi pengalaman," tambahnya.


Program Mom n Kids Titik Temu Book Party terdiri dari tiga kegiatan utama, yakni read aloud (membaca nyaring), active play (permainan aktif), serta special activity (aktivitas khusus).

Ketiga konsep ini dirancang untuk merangsang kemampuan literasi, motorik, hingga sosial anak.

Pada sesi read aloud, peserta diajak membaca buku berjudul Yuk, Sikat Gigi karya dr. Andreas. Buku tersebut dipilih karena mengandung pesan edukatif yang sederhana namun penting bagi anak usia dini.

"Buku ini sangat relevan karena mengajarkan anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi. Dikisahkan seekor cicak yang suka makan manis dan malas sikat gigi, lalu diingatkan oleh temannya tentang bahaya kebiasaan tersebut," jelas Sofiah.

Ia melanjutkan, melalui cerita tersebut anak-anak diajak memahami kebiasaan hidup sehat dengan cara yang menyenangkan. 

"Akhirnya si cicak mulai hidup sehat, rajin sikat gigi, dan mengurangi makanan manis. Pesan seperti ini lebih mudah diterima anak melalui cerita," ungkapnya.

Sementara itu, pada sesi active play dan special activity, anak-anak diajak bermain bola basket sederhana serta melempar bola ke dalam jaring yang dibuat dari bahan lakban. Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih koordinasi motorik dan kerja sama.

Ke depan, Sofiah berharap program ini dapat berjalan secara rutin dan menjangkau lebih banyak peserta.

Awalnya direncanakan berlangsung satu kali setiap dua pekan , namun melihat antusiasme peserta, kegiatan ini berpotensi digelar lebih sering.

"Ini baru pertama kali kami adakan. Harapannya ke depan bisa berjalan lancar dan semakin ramai. Bahkan dari hasil diskusi dengan ibu-ibu, mereka mengusulkan agar kegiatan ini bisa diadakan dua kali dalam seminggu," tutupnya.