RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kasus perampokan disertai pembunuhan yang menewaskan seorang perempuan di Jalan Kurnia II, Rumbai, mulai terkuak. Polisi mengungkap motif di balik aksi keji tersebut dipicu sakit hati pelaku terhadap korban yang merupakan mertuanya.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman menyebut, pelaku utama berinisial AF nekat melakukan aksi tersebut karena kerap dimarahi saat menjadi menantu dari korban.
“AF yang sakit hati karena kerap dimarahi saat dirumah oleh korban yang merupakan mertuanya, ini pengakuan dari pelaku serta motif ekonomi ingin menguasai harta korban,” ujar Kombes Muharman, Minggu, 3 Mei 2026.
Dalam menjalankan aksinya, AF tidak sendiri. Ia dibantu tiga pelaku lainnya, termasuk SL yang berperan sebagai eksekutor kekerasan terhadap korban.
“Pelaku utama SL yang memukul korban menggunakan balok kayu,” jelas Muharman.
Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau bersama Satreskrim Polresta Pekanbaru bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap keempat pelaku di lokasi berbeda, bahkan hingga lintas provinsi.
“Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru,” ungkapnya.
Dua pelaku ditangkap di wilayah Aceh Tengah, sementara dua lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara.
Meski motif utama sudah terungkap, polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku serta kronologi lengkap kejadian. Seluruhnya akan dipaparkan dalam konferensi pers resmi.
“Besok siang akan kita sampaikan secara lengkap dalam jumpa pers,” tutup Muharman.
Sebelumnya, kasus ini sempat menghebohkan warga Rumbai setelah korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Polisi memastikan akan mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar.

