RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengakui adanya peningkatan konsumsi BBM yang signifikan. Lonjakan ini disebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat periode libur panjang (long weekend) pada 1–3 Mei 2026.
“Peningkatan konsumsi BBM ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode long weekend. Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan di beberapa SPBU, terutama pada jam-jam tertentu,” demikian keterangan resmi Pertamina yang diterima RiauOnline.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20 persen dari rata-rata normal.
“Penyaluran kami tingkatkan hingga 20 persen untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode tersebut,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, Pertamina juga menambah armada mobil tangki serta mempercepat distribusi dengan menyalurkan BBM lebih awal ke SPBU. Upaya ini dilakukan untuk mengurai antrean dan memastikan pasokan tetap tersedia di tengah lonjakan permintaan.
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Biosolar dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Riau, khususnya di Pekanbaru.
Pantauan di lapangan pada Minggu 3 Mei 2026 pagi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat sudah terlihat sejak pukul 05.00 WIB di SPBU Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai. Panjang antrean bahkan mencapai sekitar dua kilometer di kedua sisi jalan.
Seorang pengendara mobil, Arrur, mengaku sudah mengantisipasi kondisi tersebut dengan datang lebih awal. Namun, upayanya tetap tidak membuahkan hasil, karena antrean sudah lebih dulu mengular.
“Awak kira dapat paling depan, karena SPBU belum buka. Eh tak tahunya sudah ratusan mobil dan motor ikut antrean. Dijumlahkan dua sisi bisa panjangnya 2 Km,” ujarnya.
Arrur menyebut, antrean panjang BBM sudah terjadi sejak tiga hari terakhir di berbagai SPBU di Pekanbaru. Ia bahkan harus berangkat sebelum SPBU buka demi mendapatkan BBM.
“Lepas Subuh saya langsung berangkat, sekitar pukul 05.45 WIB. Tapi tetap saja sudah ramai yang antre,” tambahnya.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah titik lain, seperti di Jalan Jenderal Sudirman, depan Hotel Pangeran, serta di kawasan Jalan Imam Munandar. Bahkan, di beberapa SPBU, stok Pertalite dilaporkan habis sehingga masyarakat terpaksa membeli BBM non-subsidi.
“Pertalite habis, motor dan mobil mau tak mau beli Pertamax Turbo, bukan Pertamax biasa,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan distribusi BBM masih belum sepenuhnya stabil. Antrean panjang dan kekosongan stok di sejumlah SPBU masih menjadi keluhan utama masyarakat.

