RIAU ONLINE, PEKANBARU — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun gedung perkantoran.
Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya angka kebakaran yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sejak Januari hingga menjelang akhir April 2026, tercatat sebanyak 70 kasus kebakaran bangunan telah ditangani petugas.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan bahwa tren kebakaran tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya.
“Total sampai saat ini, sekitar 70 kejadian kebakaran berlangsung selama empat bulan ini,” ujar Zarman, Senin 27 April 2026.
Menurutnya, sebagian besar kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Selain itu, penggunaan kompor gas yang tidak diawasi dengan baik juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran di lingkungan masyarakat.
“Kondisi ini mesti kita ambil langkah antisipasi, dengan memastikan instalasi listrik beroperasi dengan baik. Jangan lupa mematikan kompor gas,” pesannya.
DPKP juga mendorong masyarakat untuk tidak hanya waspada, tetapi turut berperan aktif dalam mencegah kebakaran meluas. Salah satunya dengan melakukan pemadaman awal ketika api masih kecil.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisir dampak kebakaran, baik dari sisi kerugian materi maupun potensi korban jiwa.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat Pekanbaru Aman 112.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk bisa memadamkan api sejak awal, sembari menanti petugas datang ke lokasi kejadian,” pungkasnya.

