RIAU ONLINE, PEKANBARU - Upaya pemberantasan narkotika yang dilakukan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau sepanjang Januari hingga April 2026 mendapat sorotan hingga apresiasi dari berbagai pihak.
Di bawah kepemimpinan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Polda Riau berhasil mengungkap sebanyak 1.026 kasus narkotika dengan total 742 tersangka diamankan.
Capaian ini dinilai sebagai salah satu prestasi signifikan dalam perang melawan peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah yang selama ini kerap menjadi jalur strategis distribusi narkotika lintas daerah bahkan lintas negara.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan dalam keterangannya menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, mulai dari tingkat Polda hingga Polsek.
"Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkotika. Ini adalah komitmen kami untuk melindungi masyarakat Riau dari ancaman yang merusak generasi bangsa," tegasnya.
Keberhasilan ini juga disebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sejak Oktober 2025 menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap kejahatan narkotika.
Arahan tersebut menjadi landasan kuat bagi aparat penegak hukum dalam meningkatkan intensitas penindakan.
Menurut Herry, strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi juga menyasar jaringan besar yang menjadi pemasok utama.
"Kami memperkuat intelijen, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan menelusuri jaringan hingga ke akar. Tujuannya jelas, memutus mata rantai dari hulu hingga hilir," jelasnya.
Pendekatan yang dilakukan Polda Riau dinilai tidak semata represif, tetapi juga strategis dan terukur. Hal ini mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan peneliti, termasuk dari Maarif Institute.
Peneliti Maarif Institute, Dr. Endang Tirtana, menyebut capaian tersebut mencerminkan keseriusan aparat dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks.
"Ini bukan sekadar angka penangkapan. Yang penting adalah bagaimana strategi yang digunakan mampu menekan peredaran secara sistematis. Kombinasi pendekatan represif dan strategis seperti ini sangat penting untuk menciptakan efek jera," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan tersebut perlu diiringi dengan langkah preventif, seperti edukasi masyarakat dan penguatan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.
Apresiasi turut datang dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menilai langkah tegas Polda Riau menjadi bukti nyata profesionalitas institusi Polri dalam menjalankan tugas negara.
"Kami mengapresiasi kinerja Polda Riau yang konsisten dan terukur. Ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman narkotika," ungkap Kapolri dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa perang melawan narkoba akan terus menjadi prioritas utama Polri, mengingat dampaknya yang luas terhadap stabilitas sosial dan masa depan generasi muda.
Dengan capaian ini, Polda Riau tidak hanya menunjukkan keberhasilan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga mempertegas perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan masyarakat dari ancaman narkotika yang kian kompleks.

