Langkah Baru di Hari Jumat, Dua Anak Muda Peluk Islam di Masjid Raya An Nur

Langkah-Baru-di-Hari-Jumat-Dua-Anak-Muda-Peluk-Islam-di-Masjid-Raya-An-Nur.jpg
Wahyu Sugiatno dan Yarni Zebua, resmi memeluk agama Islam di Masjid Raya An Nur, Jumat, 24 April 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sepasang muda-mudi, Wahyu Sugiatno dan Yarni Zebua, resmi memeluk agama Islam di Masjid Raya An Nur, Jumat, 24 April 2026. Momen sakral tersebut disaksikan langsung oleh jamaah yang masih berada di dalam masjid. 

Didampingi kerabat dan keluarga, keduanya tampak sedikit canggung saat melangkah menuju area depan, tempat prosesi pengucapan dua kalimat syahadat akan dilangsungkan. 

Wahyu mengenakan peci, sementara Yarni tampil anggun dengan mukena putih, keduanya duduk berhadapan dengan pembimbing dari Mualaf Center An Nur, Ustadz Akhmad Mukhlisin.

Prosesi dimulai dengan pertanyaan mendasar dari pembimbing mengenai niat dan alasan keduanya memilih untuk memeluk agama Islam.  Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar tanpa adanya paksaan maupun tekanan dari pihak manapun.

Dengan suara yang masih terdengar gugup, Wahyu Sugiatno mengungkapkan bahwa keputusannya memeluk Islam terinspirasi dari sang kakak yang lebih dahulu menjadi mualaf. 

Ia mengaku melihat perubahan positif dalam diri saudaranya, yang menurutnya tampak lebih tenang dan tentram setelah memeluk Islam.


"Melihat kakak saya merasa nyaman dan damai setelah masuk Islam, saya jadi yakin dan ingin mengikuti jejaknya," ujar Wahyu.

Menanggapi hal tersebut, pembimbing sempat menegaskan kembali apakah keputusan itu diambil tanpa paksaan atau iming-iming tertentu. Dengan tegas, Wahyu menjawab bahwa pilihannya murni datang dari hati nuraninya sendiri.

Hal serupa juga ditanyakan kepada Yarni Zebua. Dengan jujur, ia mengungkapkan bahwa selain faktor keluarga, keinginannya memeluk Islam juga dilatarbelakangi niat untuk menikah.

"Saya masuk Islam karena saudara, dan juga karena ingin menikah," ungkap Yarni dengan nada lirih.

Mendengar jawaban tersebut, Akhmad Mukhlisin memberikan nasihat agar keduanya tetap istiqomah dalam menjalani keyakinan baru yang telah dipilih. Ia menekankan bahwa perjalanan ke depan tidak akan selalu mudah, namun keteguhan iman menjadi kunci utama.

"Apapun cobaan yang nanti dihadapi, tetaplah istiqomah. Jangan pernah kembali ke keyakinan sebelumnya. Islam juga mengajarkan untuk tetap berbakti kepada kedua orang tua, meskipun berbeda agama," pesannya.

Setelah melalui rangkaian tanya jawab, keduanya kemudian dibimbing untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Meski terbata-bata, Wahyu dan Yarni berhasil melafalkan syahadat dengan penuh kesungguhan, menandai sahnya mereka sebagai bagian dari umat Muslim.

Suasana haru pun terasa di dalam masjid. Sejumlah jamaah yang menyaksikan prosesi tersebut memberikan doa dan sambutan hangat, sebagai bentuk dukungan moral kepada kedua mualaf yang baru saja memulai perjalanan spiritual mereka. Usai prosesi, pembimbing juga mengingatkan keduanya untuk melakukan mandi besar sebagai bagian dari penyucian diri setelah memeluk Islam.

"Setelah ini jangan lupa mandi besar dengan niat masuk Islam,” pesan Akhmad Mukhlisin.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Mualaf Center An Nur Riau turut memberikan bingkisan berupa perlengkapan salat lengkap kepada Wahyu dan Yarni.