Kapolsek Sebut Panipahan Mulai Kondusif, Wakapolres Nilai Masih Rawan

Kapolsek-Sebut-Panipahan-Mulai-Kondusif-Wakapolres-Nilai-Masih-Rawan.jpg
Wakapolres Rohil, Kompol Rikky Operiady saat menemui massa di depan Mapolres (Istimewa)

RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Kondisi keamanan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, dilaporkan mulai berangsur kondusif pasca aksi masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran narkoba.

Meski demikian, aparat kepolisian masih meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan adanya aksi lanjutan.

Kapolsek Panipahan, Iptu Subiarto Tampubolon, menyampaikan bahwa situasi di wilayah tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun, ia tidak menampik bahwa dinamika di lapangan masih terus berkembang.

"Sampai pagi ini situasi sudah mulai kondusif, tetapi masih ada riak-riak untuk melakukan aksi," ujarnya, Rabu, 15 April 2026 lalu.

Menurutnya, salah satu pemicu yang masih menjadi perhatian adalah tuntutan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi. Warga, kata dia, masih mendesak aparat untuk melakukan tindakan tegas, khususnya terkait penyegelan rumah yang diduga milik bandar narkoba.

Di sisi lain, Wakapolres Rokan Hilir, Kompol Rikky Operiady, memberikan pandangan berbeda terkait kondisi terkini di Panipahan. Kompol Rikky menilai situasi belum sepenuhnya aman dan masih memerlukan pengamanan intensif dari aparat kepolisian.

"Saya perwira yang paling senior di sini, jadi saran dan masukan dari rekan-rekan kita terima, nanti kita sampaikan ke bapak Kapolres,"  ujar Kompol Rikky saat menjumpai massa berdemo di Mapolres, Jumat, 17 April 2026.


Kompol Rikky menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi di Panipahan masih belum kondusif, sehingga Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni tetap berada di lokasi untuk memimpin langsung pengamanan, sesuai instruksi Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

"Situasi Panipahan sampai saat ini masih belum kondusif, sehingga beliau memang diperintahkan Kapolda untuk standby di sana. Kekuatan full ada di Panipahan," tegasnya.

Lebih lanjut, Rikky mengungkapkan bahwa salah satu tuntutan utama masyarakat adalah penangkapan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

"Bagaimanapun tuntutannya harus bisa kita tangkap, si Mail, Ali, dan satu lagi, ada tiga yang kemarin rumahnya disegel," ungkapnya.

Rikky juga menjelaskan bahwa Kapolres memilih tetap berada di Panipahan karena merasa memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga situasi tetap terkendali.

"Jadi Kapolres yang memimpin langsung di sana atas perintah Kapolda, sehingga belum kembali ke sini. Sebenarnya kalaupun kembali, sudah saya sampaikan biar saya yang menggantikan, karena beliau kemarin berangkat malam-malam," jelas Rikky.

"Namun karena beban moral dan tanggung jawab, beliau belum bisa kembali," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Rikky juga memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa, akan ditampung dan diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

"Apa yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa kita terima dan akan saya sampaikan ke Kapolres," tutupnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih bersiaga penuh di Panipahan guna memastikan situasi tetap terkendali serta mencegah terjadinya eskalasi konflik di tengah masyarakat.