Ratusan Mahasiswa Unri Gelar Aksi Desak Reformasi TNI-Polri di DPRD Riau

Ratusan-Mahasiswa-Unri-Gelar-Aksi-Desak-Reformasi-TNI-Polri-di-DPRD-Riau.jpg
Ratusan mahasiswa Unri menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor DPRD Provinsi Riau, Kamis 16 April 2026. (Winda Turnip/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Kamis 16 April 2026. 

Aksi yang dimulai sejak sekitar pukul 14.00 WIB ini, sempat diwarnai dengan guyuran hujan. Ratusan mahasiswa ini menuntut diselenggarakannya reformasi TNI-Polri. 

Koordinator Lapangan Aksi, Bismi Diwa Alhamda, mengatakan bahwa aksi ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya yang belum membuahkan hasil. 

"Kami meminta agar segera dilakukan reformasi TNI-Polri. Kami tidak ingin lagi ada tindakan aparat yang represif dan menindas rakyat bahkan menghilangkan nyawa rakyat sendiri. Sementara tugas mereka adalah mengayomi dan melindungi," ujarnya.


Tuntutan yang disuarakan oleh koordinator lapangan aksi ini disambut dengan teriakan "reformasi" oleh massa.

Pihaknya juga meminta agar DPRD Riau menyampaikan kepada Pemerintah Pusat agar segera melakukan evaluasi total terhadap jalannya program Makanan Bergizi Gratis (MBG), koperasi merah putih dan audit wewenang TNI dalam hal ini.

Tuntutan lainnya adalah agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan audit secara menyeluruh terhadap izin pengelolaan konversi lahan HTI (Hutan Tanaman Industri). 

Mahasiswa juga meminta agar DPRD Riau menyampaikan kepada DPR RI agar melakukan revisi UU Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) khususnya pada Dana Bagi Hasil (DBH) agar lebih adil dan berpihak kepada daerah penghasil.

"Kita juga meminta DPRD Riau mendorong Pemerintah Pusat untuk menyegerakan proses evaluasi terkait kinerja Kementerian HAM RI dalam memastikan hak kebebasan berpendapat," jelasnya.