Klinik Lapas Pekanbaru Bersinar di Level Nasional, Lolos 6 Besar Lomba Bergengsi

Lapas-Pekanbaru-berhasil-masuk-enam-besar-Lomba-Klinik-Terbaik-tingkat-nasional.jpg
Lapas Pekanbaru berhasil masuk enam besar Lomba Klinik Terbaik tingkat nasional. (Dok. Lapas Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Prestasi membanggakan diraih Lapas Kelas IIA Pekanbaru setelah berhasil masuk dalam enam besar Lomba Klinik Terbaik tingkat nasional dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan 2026.

Pencapaian ini semakin diperkuat dengan dilaksanakannya verifikasi lapangan oleh tim pusat yang diikuti secara virtual oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau.

Kegiatan verifikasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kepala Kanwil Ditjenpas Riau melalui zoom meeting dan menjadi tahapan penting dalam menentukan klinik terbaik di lingkungan pemasyarakatan seluruh Indonesia.

Verifikasi ini merupakan tindak lanjut dari usulan resmi Kanwil Ditjenpas Riau melalui Surat Nomor: WP.4.PK.07.01-1229 tertanggal 22 Maret 2026, yang sebelumnya mengajukan dua kandidat, yakni Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Lapas Narkotika Rumbai.

Dari proses seleksi yang ketat, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berhasil melaju hingga enam besar nasional. Kegiatan dibuka langsung oleh Kasubdit Perawatan Kesehatan Dasar Direktorat Watkeshab, Pahrul.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa proses verifikasi tidak hanya menilai kelengkapan fasilitas, tetapi juga kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada warga binaan.

"Verifikasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan di lapas benar-benar berjalan optimal, profesional, dan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujar Pahrul, Kamis, 16 April 2026.

Selanjutnya, tim verifikator melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas poliklinik Lapas Kelas IIA Pekanbaru melalui media virtual.


Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari kebersihan, kelengkapan sarana prasarana, hingga alur pelayanan pasien.

Meski secara umum mendapat apresiasi, tim verifikator juga memberikan sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti.

Salah satunya adalah penegasan agar area poliklinik benar-benar dijaga sebagai kawasan steril dan bebas dari asap rokok.

"Kawasan layanan kesehatan harus steril, termasuk dari asap rokok. Ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan dan kesehatan lingkungan," tegas salah satu tim verifikator.

Selain itu, optimalisasi ruang tunggu pasien juga menjadi sorotan. Tim menilai perlu adanya peningkatan kenyamanan, terutama dalam mengantisipasi kondisi cuaca seperti hujan, tanpa mengabaikan aspek keamanan.

"Ruang tunggu pasien perlu ditata lebih optimal agar tetap nyaman dalam berbagai kondisi cuaca, namun tetap memperhatikan faktor keamanan," tambahnya.

Tak hanya peninjauan fasilitas, kegiatan verifikasi juga diisi dengan sesi wawancara mendalam terhadap jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru, khususnya Kasubsi Bimaswat bersama tim poliklinik.

Dalam sesi tersebut, pengelolaan Dana Kapitasi BPJS menjadi salah satu poin penting yang dibahas. Tim verifikator menyarankan agar pengelolaan dana tersebut mengacu secara ketat pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2022.

"Kami mendorong agar penggunaan dana kapitasi BPJS benar-benar berpedoman pada regulasi yang berlaku, sehingga transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga," ungkap tim verifikator.

Dengan capaian masuk enam besar nasional, Lapas Kelas IIA Pekanbaru diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.

Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Riau untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik.

Keputusan akhir lomba Klinik Terbaik sendiri akan diumumkan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan 2026.