RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ratusan warga yang menolak direlokasi dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), kembali menggelar aksi di depan Gedung Gubernur Provinsi Riau, tepatnya di gerbang bagian Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, Selasa pagi, 14 April 2026.
Menanggapi aspirasi masyarakat ini, Anggota DPRD Provinsi Riau Edi Basri mengatakan, pemerintah harus segera membuat kebijakan yang mempertimbangkan urgensi atas tatanan yang sedang dilakukan dan kepentingan masyarakat yang tetap harus dijaga dalam prosesnya.
"Ibaratnya seperti mengambil rambut dalam tepung. Rambutnya diambil tanpa harus membuang tepungnya. Ini terletak pada kebijakan Pemprov Riau," ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemprov Riau adalah perwakilan pemerintah pusat dan sekaligus merupakan pemerintah bagi masyarakat Riau.
"Maka di satu sisi kita harus melihat urgensi kebijakan dan satu sisi kita harus mengusahakan kepentingan rakyat," jelasnya
Sebelumnya, masyarakat yang menolak TNTN ini telah menggelar aksi di samping Gedung Gubernur Riau, sejak Senin pagi, 13 April 2026 kemarin.
Demi mendapatkan solusi secara cepat dan langsung dari pemerintah, massa juga menggelar tenda dari terpal dan menginap sepanjang malam di Jalan Cut Nyak Dien hingga pagi ini.
Adapun aspirasi masyarakat TNTN ini terdiri dari 3 poin, Pertama, masyarakat menolak relokasi. Kedua, masyarakat meminta Pemprov Riau untuk bisa memberikan kepastian keberlangsungan hidup masyarakat banyak.
Ketiga, Presiden RI harus bisa menyelamatkan masyarakat sesuai amanat Pasal 33 Ayat 3 UUD.

