Penambahan Armada Belum Terealisasi, Antrean Roro Rupat-Dumai Masih Mengular

Nur-Azmi-Hasyim2.jpg
Ketua Komisi I DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim (Twitter @emyhasyim)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Komisi I DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim menyoroti kondisi Pelabuhan Roro Rupat - Dumai yang masih terjadi antrean panjang sejak musim mudik Lebaran di Maret 2026 lalu.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Riau telah berjanji akan menambah armada kapal untuk mengurai kemacetan penyeberangan tersebut sebelum tanggal 10 April. Namun, hingga saat ini kapal yang dijanjikan belum ada. 

Akibatnya, penumpukan penumpang di pelabuhan terus terjadi. Baik orang maupun kendaraan pribadi dan kendaraan pengangkut hasil perkebunan warga di wilayah tersebut. 


Ia menjelaskan, pihaknya sudah melapor kepada Plt Gubernur Provinsi Riau terkait masalah ini. Pasalnya, akibat hal ini, hasil panen masyarakat sekitar, yakni sawit mengalami harga yang anjlok saat harga sawit di Riau sedang naik. 

"Saya sudah menyampaikan ini kepada pak Plt Gubernur Riau, mudah-mudahan jadi perhatian lah oleh pak Plt Gubernur, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat," ujar Azmi Hasyim, Sabtu, 11 April 2026.

Pihaknya juga mengaku kecewa dengan Dishub Riau. Ia menilai Dishub lebih fokus pada penerimaan retribusi dari penyeberangan yang disebut mencapai Rp3,7 miliar, sementara peningkatan pelayanan kepada masyarakat kurang menjadi perhatian.

Sebagaimana diketahui saat ini hanya ada dua kapal Roro yang beroperasi dari yang seharusnya tiga kapal Roro, satu unit lagi sedang proses uji kelayakan dan pengurusan teknis lainnya, yang sebelumnya dijanjikan sudah tuntas pada 7 April.