RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama seluruh tim yang terlibat terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan Pemprov Riau sudah mengajukan kembali bantuan lebih untuk helikopter water bombing kepada Pemerintah Pusat.
Sebelumnya, Riau sudah menerima bantuan helikopter dari pusat. Total helikopter yang beroperasi menangani karhutla saat ini, yakni 2 helikopter patroli dan 2 helikopter water bombing.
"Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing, saat ini sedang diproses karena untuk helikopter water bombing itu perizinannya cukup panjang," ujarnya, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dioperasikan untuk menabur garam guna membuat hujan buatan di wilayah Karhutla.
OMC di Provinsi Riau tahap kedua yang dimulai pada 28 Maret 2026, setidaknya sudah menabur 25 ton garam.
"OMC difokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai," pungkasnya.

