DPRD Pekanbaru Usulkan Pembatasan Jam Parkir

DPRD-Pekanbaru-Usulkan-Pembatasan-Jam-Parkir.jpg
Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar, mengusulkan adanya pembatasan jam operasional parkir di Kota Pekanbaru.

Usulan ini muncul menyusul belum adanya aturan yang mengatur secara tegas batas waktu pungutan parkir, sehingga masyarakat kerap harus membayar hingga larut malam.

Menurut Robin, pengaturan jam parkir penting untuk memberikan kepastian dan meringankan beban masyarakat. Ia mengusulkan agar pungutan parkir hanya diberlakukan pada rentang waktu tertentu.

“Parkir-parkir ini seharusnya dibatasi. Misalnya mulai pukul 06.00 pagi sampai maksimal pukul 22.00 malam. Di atas jam itu, tidak ada lagi pungutan parkir,” ujar Robin, Kamis 9 April 2026.

Politisi PDIP tersebut menilai, meskipun tarif parkir di Pekanbaru telah diturunkan yakni Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk roda empat kondisi di lapangan masih memberatkan masyarakat.


Pasalnya, warga kerap harus membayar parkir berulang kali meski hanya melakukan aktivitas singkat.

“Kasihan masyarakat, kadang mau beli sedikit saja harus bayar parkir lagi. Ini juga bisa mematikan usaha UMKM di pinggir jalan,” tegasnya.

Untuk itu, Robin mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru segera menyusun aturan yang jelas melalui Peraturan Wali Kota (Perwako) agar pembatasan jam parkir dapat segera diterapkan tanpa harus menunggu proses panjang pembentukan peraturan daerah (Perda).

“Sebenarnya saya lebih setuju dibuat Perwako, karena kalau lewat Perda prosesnya lama. Jadi biar jelas, kalau di atas jam 10 atau 11 malam, masyarakat tidak perlu bayar parkir lagi,” jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat tidak lagi terbebani pungutan parkir hingga tengah malam, sekaligus menciptakan sistem parkir yang lebih tertib dan berpihak kepada warga.

“Ini harus menjadi perhatian Wali Kota. Sekarang belum ada aturannya, tidak ada batasan jam. Kasihan masyarakat sampai tengah malam harus bayar parkir, ke mana-mana keluar duit terus,” tutup Robin.