RIAU ONLINE, PEKANBARU - Penggunaan aplikasi XStar yang digagas oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM), menyebabkan sejumlah nelayan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kesulitan untuk membeli BBM, hingga tidak bisa melaut.
Hal ini dibenarkan oleh Anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Indragiri Hilir (Inhil) Andi Darma Taufik, Senin 6 April 2026. Ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkoordinasi dengan BPH Migas untuk memperpanjang masa sosialisasi dan menunda penggunaan aplikasi tersebut.
"Sejak penggunaan aplikasi XStar 1 April ini, banyak nelayan yang masih kesulitan untuk mengakses sehingga tidak bisa membeli minyak untuk melaut. Jadi kita minta Pemprov Riau untuk berkoordinasi dengan BPH Migas, tolong penggunaan aplikasi ini ditunda dan sosialisasi lebih ditingkatkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kesulitan yang dialami oleh nelayan akan berdampak bagi masyarakat di wilayah Inhil. Pasalnya, ada sekitar 15.000 nelayan dan pengguna transportasi laut di 11 kecamatan di Inhil.
"Ini juga akan berdampak bagi nelayan di wilayah pesisir lainnya, seperti Dumai dan Meranti dan Rohil," jelasnya.
Andi berharap agar hal ini dapat menjadi perhatian dari Pemprov dan BPH Migas agar pelayanan publik kepada masyarakat pesisir dapat berjalan dengan baik.

