Cinta, Keluarga, dan Hidayah: Kisah Empat Mualaf di Masjid Raya An Nur

Cinta-Keluarga-dan-Hidayah-Kisah-Empat-Mualaf-di-Masjid-Raya-An-Nur.jpg
Empat orang mualaf menjalani prosesi pengucapan dua kalimat syahadat di Masjid Raya An Nur Riau pada Jumat, 3 April 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi pengucapan dua kalimat syahadat di Masjid Raya An Nur Riau. Empat orang resmi memeluk agama Islam (mualaf) dalam sebuah momen yang disaksikan langsung oleh jamaah, keluarga, serta orang-orang terdekat mereka usai salat jumat, Jumat, 3 April 2026.

Keempat mualaf tersebut diketahui bernama Engnovento (31), Rolando Hasiholan (39), Heriyanto Saputra (26), dan Metta Marcella (24). Mereka hadir dengan didampingi kerabat, keluarga, hingga pasangan masing-masing, yang turut memberikan dukungan dalam proses penting tersebut.

Alasan mereka memeluk Islam pun beragam. Ada yang didasari niat untuk melangsungkan pernikahan, faktor keluarga, hingga pengaruh lingkungan pergaulan yang mayoritas beragama Islam. 

Di antara keempatnya, Metta Marcella dan Heriyanto Saputra mengaku memutuskan masuk Islam karena ingin menikah dengan pasangan mereka.

Meski sempat terbata-bata saat mengucapkan syahadat, keempatnya berhasil menjalani prosesi dengan lancar. Takbir pun menggema dari para jamaah yang hadir, menandai kebahagiaan atas bertambahnya saudara seiman.

Pembimbing dari Mualaf Center An Nur Riau, Rubianto, dalam kesempatan tersebut memberikan sejumlah pesan penting kepada para mualaf. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga, terutama kedua orang tua, meskipun terdapat perbedaan keyakinan.


"Islam sangat menganjurkan kita untuk tetap berbuat baik kepada kedua orang tua. Jangan sampai setelah memeluk Islam, hubungan dengan keluarga justru menjadi renggang," ujar Rubianto.

Rubianto juga mengingatkan agar para mualaf tetap istiqomah dalam menjalankan ajaran Islam dan tidak kembali pada keyakinan sebelumnya.

"Teruslah istiqomah dalam memeluk Islam. Ini adalah pilihan besar dalam hidup, maka jalani dengan penuh kesungguhan dan jangan pernah kembali ke agama sebelumnya," pesannya.

Selain itu, Rubianto juga mendorong para mualaf untuk terus belajar memperdalam ilmu agama, mulai dari memahami Rukun Islam hingga Rukun Iman sebagai dasar keimanan.

"Jangan pernah bosan untuk belajar. Islam itu luas, mulailah dari yang dasar seperti Rukun Islam dan Rukun Iman, kemudian terus tingkatkan pemahaman secara bertahap," pungkasnya.

Usai prosesi syahadat, keempat mualaf juga diarahkan untuk melaksanakan mandi besar sebagai bagian dari penyucian diri setelah memeluk Islam. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Mualaf Center An Nur Riau turut memberikan bingkisan berupa perlengkapan salat lengkap kepada para mualaf. 

Momen tersebut semakin hangat ketika para jamaah Jumat yang hadir turut memberikan ucapan selamat dan doa. Peristiwa ini menjadi gambaran indah tentang toleransi, dukungan keluarga, serta perjalanan spiritual seseorang dalam menemukan keyakinan. 

Kehadiran para mualaf baru ini pun disambut penuh sukacita oleh masyarakat yang berharap mereka dapat menjalani kehidupan baru dengan penuh keberkahan.