RIAU ONLINE, BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, serta wilayah Merbau, Kabupaten Pelalawan. Tim Manggala Agni saat ini terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi terdampak.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, mengatakan luas lahan yang terbakar masih bersifat estimasi berdasarkan perhitungan di lapangan menggunakan GPS.
“Untuk lokasi Titi Akar sekitar 200 hektare, sementara di Merbau, Pelalawan, sekitar 700 hektare. Detail pastinya nanti akan kami pastikan melalui citra satelit,” ujar Ferdian, Rabu, 1 April 2026.
Upaya pemadaman terus dilakukan meski kondisi di lapangan cukup menantang, dengan sebagian area masih mengeluarkan asap tebal akibat sisa pembakaran.
Berdasarkan data update titik panas (hotspot) pukul 23.00 WIB, total hotspot di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 34 titik. Riau menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 13 titik.
Sebaran hotspot di Riau meliputi, Kabupaten Bengkalis 10 titik, Kabupaten Pelalawan 2 titik, dan Kabupaten Rokan Hilir 1 titik
Sementara itu, provinsi lain di Sumatera juga terpantau memiliki titik panas, antara lain Aceh 4 titik, Sumatera Utara 2 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Selatan 5 titik, dan Kepulauan Bangka Belitung 5 titik.
Pihak terkait terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat potensi karhutla masih tinggi dan dapat berdampak luas terhadap lingkungan serta kesehatan.

