Utamakan Kesehatan Siswa, Bupati Siak Minta Kepsek Tolak MBG Tak Layak Konsumsi

Bupati-Siak-bersama-siswa4.jpg
Bupati Siak Afni Zulkifli bersama siswa (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK - Bupati Siak Afni Zulkifli, meminta kepala sekolah (kepsek) ikut mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tidak ragu menolak makanan jika dinilai tidak layak konsumsi. 

Penegasan tersebut disampaikan Afni saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah Negeri jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Siak. di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Senin 30 Maret 2026.

Menurutnya, pengawasan dari pihak sekolah sangat krusial untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar gizi dan keamanan. Keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama. 

“Jika distribusi MBG tidak sesuai petunjuk teknis atau tidak layak, tolak dengan tegas demi keselamatan anak didik kita,” tegas Afni.

Ia menekankan bahwa program MBG merupakan hak siswa yang dibiayai dari pajak negara, sehingga kualitasnya tidak boleh dikompromikan. Peran aktif kepala sekolah dan guru menjadi garda terdepan dalam memastikan program berjalan dengan baik. 


Selain soal pengawasan, Afni juga menyoroti belum meratanya pelaksanaan MBG. Ia menyebut masih ada sekolah di Kecamatan Pusako yang belum mendapatkan layanan tersebut, meski sangat diharapkan oleh orang tua murid.

Hal ini, kata dia, menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memastikan pemerataan program di seluruh wilayah Kabupaten Siak.

“Masyarakat dan pihak sekolah silakan melapor jika menemukan MBG yang tidak layak melalui Hotline BGN 127 atau WhatsApp 0811-7672-224,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Afni juga mengajak seluruh insan pendidikan tetap solid dan bersinergi, meskipun di tengah keterbatasan anggaran dan tingginya beban administrasi guru.

Saat ini terdapat 1.052 fasilitas pendidikan negeri dan swasta di Kabupaten Siak, terdiri dari 693 PAUD/TK serta 577 SD dan SMP yang tersebar di 14 kecamatan.