16 Unit Bus Listrik Trans Metro Pekanbaru akan Mulai Beroperasi Tahun Ini

Wali-Kota-Pekanbaru-Agung-Nugroho11.jpg
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengoperasikan bus listrik sebagai moda transportasi umum massal pada tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya menekan emisi, meningkatkan kualitas udara, serta mewujudkan Pekanbaru sebagai kota hijau (Green City).

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebutkan bahwa saat ini armada bus listrik tersebut tengah dalam proses pengiriman.

“Ada belasan bus listrik yang akan beroperasi di Pekanbaru. Sedang dalam pengiriman,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Menurutnya, Pemko Pekanbaru terus berupaya menciptakan sistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan guna meningkatkan kenyamanan masyarakat.


Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menyampaikan bahwa sebanyak 16 unit bus listrik berukuran sedang akan memperkuat layanan Trans Metro Pekanbaru (TMP) tahun ini.

“Insyaallah, tahun 2026 ini kita berupaya mengoperasikan bus TMP dengan sistem BTS atau buy the service sebanyak 16 unit,” jelasnya.

Belasan bus listrik tersebut nantinya akan dioperasikan untuk melayani seluruh koridor yang telah tersedia, sehingga diharapkan mampu meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan transportasi publik.

Selain itu, Pemko juga menyiapkan 16 unit angkutan penghubung atau feeder yang akan beroperasi dari kawasan permukiman menuju halte bus TMP. Kehadiran feeder ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan transportasi utama.

“Ini seperti oplet feeder yang sudah ada. Kita harapkan bisa membantu warga menjangkau halte dari rumahnya,” terang Masykur.

Saat ini, terdapat 33 unit bus Trans Metro Pekanbaru yang melayani masyarakat. Dengan tambahan 16 bus listrik, jumlah armada diharapkan semakin memadai untuk memenuhi kebutuhan transportasi warga.

“Bus baru tersebut diharapkan bisa menambah unit bus TMP yang beroperasi ke depannya,” pungkasnya.

Pemko Pekanbaru optimistis kehadiran bus listrik dan angkutan penghubung ini akan mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum sekaligus mendukung program ramah lingkungan di kota tersebut.