Galian C di Kulim Kembali Telan Korban, Pria Tewas Diduga Terjatuh ke Bekas Tambang

pria-tewas-di-galian-C.jpg
Sseorang pria meninggal dunia diduga terjatuh ke dalam jurang bekas galian C di Kulim, Kota Pekanbaru. (Tangkapan layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Galian C di wilayah Kulim, Kota Pekanbaru, kembali memakan korban jiwa. Dalam sebuah video di Instagram @kabarpekanbaru, seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke dalam jurang bekas galian C yang berada di kawasan tersebut, Rabu, 18 Maret 2026.

Peristiwa tragis ini terjadi di lokasi bekas tambang yang telah lama ditinggalkan, namun belum direklamasi secara memadai. 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga sudah terjatuh sejak malam sebelumnya sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian serta kronologi lengkap kejadian.

Selain itu, insiden ini juga berdampak pada akses masyarakat sekitar yang dilaporkan sempat terputus akibat kondisi lokasi yang berbahaya.

Kejadian ini menambah daftar panjang korban di lokasi galian C di wilayah Kulim. Sebelumnya, dua anak kakak beradik, Martha (11) dan Jefri (8), juga meninggal dunia di lokasi bekas galian C ilegal di Jalan Badak Ujung, Kecamatan Tenayan Raya, pada Senin, 8 September 2025 lalu.


Kedua korban ditemukan mengapung di genangan air bekas galian yang digunakan untuk aktivitas pembuatan batu bata. Jenazah keduanya kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, saat itu menegaskan bahwa aktivitas galian C di lokasi tersebut merupakan ilegal dan telah berlangsung cukup lama. Ia meminta tindakan tegas dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah.

"Ini galian C ilegal dan sudah beroperasi cukup lama. Saya minta Kapolresta dan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menindak tegas pengelola dan penambang galian C ini, usut seadil-adilnya," tegasnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa yang merenggut nyawa anak-anak tersebut.

"Saya sebagai Kapolda Riau mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya dua anak-anak ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian dari Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru terus melakukan penyelidikan terkait aktivitas galian C ilegal yang diduga menjadi penyebab berulangnya insiden maut di kawasan tersebut.

Peristiwa demi peristiwa yang terjadi di lokasi bekas tambang ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas galian C ilegal di Pekanbaru.