RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktorat Lalu Lintas Polda Riau telah menyiapkan Pos Pengamanan untuk mengamankan arus mudik dan balik Idufitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026. Pengamanan difokuskan pada jalur-jalur strategis, termasuk ruas jalan tol yang diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan selama periode mudik.
Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Ribuan personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait yang bersinergi untuk memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan setiap tahun guna menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur arteri, tetapi juga pada ruas jalan tol yang menjadi salah satu jalur favorit masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak jauh karena dinilai lebih cepat dan efisien.
"Operasi ini bertujuan memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan lancar," ujar Herry, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam pelaksanaannya, strategi pengamanan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang didukung dengan penegakan hukum secara tegas namun tetap humanis.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan dan kecelakaan lalu lintas selama masa mudik.
Untuk menunjang kelancaran pengamanan, Polda Riau juga telah menyiapkan sebanyak 60 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis. Pos tersebut terdiri dari 34 Pos Pengamanan (Pos Pam), 21 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 5 Pos Terpadu.
Pos-pos ini difungsikan untuk memantau kondisi lalu lintas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta menjadi pusat koordinasi apabila terjadi keadaan darurat selama masa operasi berlangsung.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menjelaskan bahwa jajaran Direktorat Lalu Lintas telah memetakan sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan, terutama di ruas jalan tol yang menjadi jalur utama para pemudik.
Kombes Jeki menyebutkan dua ruas tol di Provinsi Riau diperkirakan akan mengalami lonjakan kendaraan selama masa mudik Lebaran, yakni Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) dan Tol Pekanbaru–Bangkinang (Pekbang).
Menurutnya, kedua ruas tol tersebut menjadi jalur vital yang menghubungkan berbagai wilayah di Riau, sehingga potensi peningkatan arus kendaraan diperkirakan cukup signifikan menjelang puncak mudik.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol maupun jalan arteri agar selalu mengontrol laju kendaraan, mematuhi batas kecepatan, serta menjaga jarak aman antar kendaraan selama perjalanan," jelas Jeki.
Ia juga mengingatkan para pengendara agar memanfaatkan fasilitas rest area yang tersedia di sepanjang jalan tol apabila merasa lelah saat berkendara.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan yang disediakan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Menurut Jeki, kondisi fisik pengemudi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan selama mudik.
"Apabila merasa lelah, silakan manfaatkan rest area di jalan tol maupun Pos Pam dan Pos Yan yang telah disiapkan untuk beristirahat," jelas Jeki.
Jeki juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berhenti atau memarkir kendaraan di bahu jalan tol, karena tindakan tersebut dapat menimbulkan potensi kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Selain memastikan kesiapan personel di lapangan, kepolisian juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas serta mempersiapkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan mudik.
"Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat, patuhi rambu lalu lintas, serta jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas demi terwujudnya Mudik Aman, Keluarga Bahagia."
"Harapannya seluruh aktivitas masyarakat, khususnya arus mudik dan perayaan Idul Fitri, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.

