Jelang Idulfitri, Wali Kota Pekanbaru Tegaskan Tolak Gratifikasi

Agung27.jpg
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho (Dok. Pemko Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan menolak segala bentuk gratifikasi yang berkaitan dengan jabatannya menjelang momen 1447 Hijriah.

Penegasan tersebut disampaikan melalui surat pemberitahuan resmi yang ditujukan kepada seluruh pejabat di lingkungan, Aparatur Sipil Negara (ASN), pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta para pemangku kepentingan dan masyarakat Kota Pekanbaru.

Dalam surat bernomor P.400.14.3/Setda-Tapem/124/2206 itu, Agung menegaskan bahwa dirinya tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan jabatannya sebagai Wali Kota Pekanbaru.

Pemberian yang dimaksud meliputi uang, parsel, hadiah, barang, maupun bentuk pemberian lainnya.

Selain itu, ia juga menegaskan tidak pernah menunjuk, memerintahkan, ataupun memberikan kuasa kepada siapa pun untuk menerima atau mengambil pemberian atas nama dirinya.


“Jika terdapat pihak yang mengatasnamakan atau mengaku mewakili Wali Kota untuk meminta atau menerima pemberian, maka hal tersebut dipastikan tidak benar dan bukan atas sepengetahuan maupun persetujuan Wali Kota,” demikian bunyi pernyataan dalam surat tersebut.

Agung juga menekankan prinsip integritas tersebut berlaku dalam seluruh proses pemerintahan, termasuk dalam promosi dan mutasi jabatan, pengambilan kebijakan, pelaksanaan program, hingga pelaksanaan proyek dan kegiatan pemerintah.

Menurutnya, tidak ada pemberian atau imbalan dalam bentuk apa pun yang dapat memengaruhi setiap keputusan yang diambil dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.

Komitmen ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta bebas dari praktik gratifikasi, suap, maupun konflik kepentingan di Kota Pekanbaru.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas serta menjauhi praktik korupsi.

“Momentum menyambut Idulfitri menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali kepada nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas serta melayani masyarakat,” ujarnya.