Puluhan Cleaning Service di Kantor Gubernur Riau Belum Gajian 2 Bulan

uang-suap-ilustrasi.jpg
Ilustrasi gajian (istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Puluhan pekerja cleaning service di lingkungan Kantor Gubernur Riau dilaporkan belum menerima gaji selama dua bulan terakhir.

Kondisi ini menimbulkan keresahan, terlebih saat ini masyarakat tengah menjalani Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Para pekerja yang berstatus tenaga harian lepas tersebut hanya menerima upah sebesar Rp2,1 juta per bulan. Namun hingga akhir Februari 2026, gaji yang seharusnya diterima belum juga dibayarkan.

Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, keterlambatan pembayaran upah sudah berlangsung selama dua bulan. Ia menyebut para pekerja mendapat informasi gaji baru akan dibayarkan pada Maret 2026.


“Kami hanya berharap hak kami segera dibayarkan. Apalagi sekarang sudah Ramadan, kebutuhan meningkat, sementara gaji belum diterima,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini cukup memberatkan para pekerja yang sebagian besar mengandalkan penghasilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan tambahan selama bulan puasa seperti bahan pangan dan kebutuhan keluarga lainnya.

Sejumlah pekerja mengaku tetap menjalankan tugas seperti biasa meski belum menerima upah. Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

Situasi ini pun menjadi sorotan karena terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat selama Ramadan. Para pekerja berharap perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Riau, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, agar persoalan pembayaran gaji dapat segera diselesaikan.